Kinerja kredit bank asing terkoreksi

JAKARTA: Tren kredit kelompok kantor cabang bank asing pada pekan kedua Desember 2010 terkoreksi, sehingga menjadi salah satu penyebab kinerja kredit pada periode tersebut melambat jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.Berdasarkan data Bank Indonesia
News Editor | 14 Desember 2010 11:41 WIB

JAKARTA: Tren kredit kelompok kantor cabang bank asing pada pekan kedua Desember 2010 terkoreksi, sehingga menjadi salah satu penyebab kinerja kredit pada periode tersebut melambat jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.Berdasarkan data Bank Indonesia pada pekan II Desember 2010, kredit rupiah naik pada hampir semua kelompok bank, kecuali pada kelompok kantor cabang bank asing yang turun tipis Rp450 miliar. Peningkatan tertinggi pekan ini terjadi pada kelompok bank pelat merah Rp3,98 triliun.Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A. Johansyah mengatakan tren intermediasi perbankan menjelang akhir tahun terus terlihat, meskipun tidak setinggi pekan lalu, kredit perbankan terus tumbuh. "Dalam sepekan kredit naik Rp7,06 triliun, sedangkan kenaikan DPK [dana pihak ketiga] mencapai Rp19,61 triliun," ujarnya dalam keterangan tertulis, sore ini.Dengan pertumbuhan tersebut, secara year to date kredit tumbuh 18,93% dan secara year on year tumbuh 22,87%. Sementara itu, secara year to date DPK naik 12,62% atau 17,06% secara year on year. Peningkatan kredit sebagian besar bersumber dari kenaikan pembiayaan denominasi rupiah sebesar Rp5,44 triliun, sedangkan kredit valas hanya bertambah Rp1,62 triliun. Sementara itu, peningkatan kredit valas yang terjadi dalam sepekan terakhir ditopang oleh kenaikan kredit pada semua kelompok bank dengan peningkatan tertinggi pada kelompok bnk asing Rp900 miliar. Dalam denominasi valas, selama pekan laporan telah terjadi kenaikan kredit valas sebesar US$ 220 juta, dimana 50%nya bersumber dari kenaikan kredit valas pada kelompok bank asing.Berdasarkan pangsanya, penyaluran kredit perbankan sebagian besar dilakukan oleh kelompok bank swasta dan persero dengan pangsa masing-masing sebear 43,6% dan 36,0% dari total kredit perbankan. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top