Recovery utang Garuda masuk pendapatan Bank Mandiri tahun depan

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk berencana memasukkan pengembalian utang PT Garuda Indonesia senilai Rp1,1 triliun dalam pendapatan perseroan 2011.
News Editor | 14 Desember 2010 07:34 WIB

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk berencana memasukkan pengembalian utang PT Garuda Indonesia senilai Rp1,1 triliun dalam pendapatan perseroan 2011.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Pahala N. Mansyuri mengatakan semula pengembalian utang Garuda memang belum masuk pada proyeksi pendapatan perseroan pada 2011.

Menurut dia, pelepasan saham perdana (initial public offering/IPO) Garuda yang direncanakan berlangsung pada awal tahun depan akan dimanfaatkan untuk mendivestasi kepemilikan Bank Mandiri di perusahaan penerbangan tersebut.

IPO Garuda dari jauh-jauh hari sudah registrasi. Kami harapkan bisa segera, jadi bisa masuk. Sesuai PSAK [pernyataan standar akuntansi keuangan] baru, collection credit akan menjadi bagian dari pendapatan tahun berjalan, ujarnya hari ini.

Selain itu untuk penyaluran kredit, perseroan tetap menargetkan peningkatan 20%-22% pada tahun depan meski Bank Indonesia (BI) memperkirakan penyaluran kredit perbankan bisa mencapai 24% pada 2011.

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan hingga saat ini perseroan masih menyiapkan Rencana Bisnis Bank (RBB) 2011 dan baru saja menyampaikan persiapan laporan kepada Kementerian BUMN.

Proyeksi kami masih sesuai core plan bahwa kredit tumbuh 20%-22%. Kami akan konsisten dengan itu. Bahwa nanti pasar menjadi lebih baik, kami bersyukur kalau bisa lebih tinggi. RBB masih kami siapkan, ujarnya hari ini.

Terkait rencana Bank Indonesia yang mewajibkan perbankan memiliki rasio penyaluran kredit terhadap penghimpunan dana (loan to deposit ratio/LDR) minimal pada level 78%, Zulkifli mengatakan perseroan berusaha maksimal untuk memenuhi peraturan itu.

Namun, dia menegaskan pencapaian target tersebut bukan semata-mata untuk menghindari membayar penalti, tetapi lebih untuk memenuhi fungsi dasar perbankan yakni lembaga intermediasi.

Pahala kembali menambahkan hingga September 2010, posisi LDR bank pelat merah itu masih 71,7%. Dia belum bisa memastikan apakah Maret 2010 ketentuan bank sentral itu sudah bisa dipenuhi atau belum karena harus melihat kondisi yang ada nanti.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top