Maybank Syariah kaji merger dengan BII unit syariah

Yanto Rachmat Iskandar | 17 Desember 2010 07:45 WIB

JAKARTA: PT Maybank Syariah Indonesia tengah mengkaji kemungkinan pengggabungan antara perseroan dengan Unit Usaha Syariah BII untuk menciptakan efisiensi. Diharapkan rencana tersebut dapat tuntas tahun depan.

President & CEO Maybank Dato Sri Abdul Wahid Umar mengatakan saat ini pihaknya masih terus mengkaji kemungkinan tersebut khususnya dari segi hukum dan regulasi yang berlaku saat ini. Opsi untuk melakukan konsolidasi antara Maybank Syariah dan UUS Syariah ini memang ada. Kami mengharapkan dapat selesai pembahasan ini pada 2011, ujarnya saat ditemui, hari ini.

Dia menyebutkan perseroan sedang mempertimbangkan dua opsi terkait rencana konsolidasi tersebut, pertama UUS BII mengambil alih Maybank Syariah, kedua UUS BII digabung di dalam perseroan. Namun, dia mengaku perseroan belum memutuskan mekanisme apa nanti yang akan dipilih terkait rencana penggabungan ini.

Apabila penggabungan ini nanti terealisasi akan menciptakan efisiensi mengingat induk dua entitas tersebut sama.

Maybank Indocorp merupakan anak usaha Malayan Banking Bhd (Maybank) yang juga menjadi pemegang saham pengendali di Bank Internasional Indonesia (BII). Maybank menggenggam 96,83 persen saham Maybank Indocorp.

Adapun di BII, Maybank menguasai 97,5% saham, yaitu melalui Sorak Financial Holdings Pte.Ltd sebesar 54,33% saham, dan Maybank Offshore Corporate Services (Labuan) sebanyak 43,19% saham. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top