Darmin meradang dituduh BI rekayasa suap DPR

JAKARTA: Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution meradang saat ditanya bahwa isu suap Rp100 miliar adalah rekayasa otoritas itu untuk memuluskan pembahasan Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) 2011 dan sejumlah rancangan undang-undang (RUU).
Saeno
Saeno - Bisnis.com 17 Desember 2010  |  06:56 WIB

JAKARTA: Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution meradang saat ditanya bahwa isu suap Rp100 miliar adalah rekayasa otoritas itu untuk memuluskan pembahasan Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) 2011 dan sejumlah rancangan undang-undang (RUU).

Darmin membantah bahwa isu suap tersebut merupakan inisiatif oleh Bank Indonesia (BI) dengan menyuruh salah satu pegawainnya. Menurut dia, tak ada urusan suap menyuap dalam pembahasan ATBI dan sejumlah RUU.

Kamu itu dari tadi ngomong by design [isu suap Rp100 miliar rekayasa] dari BI, siapa yang ngomong itu? ujarnya dengan nada tinggi saat ditanya mengenai percobaan suap datang dari BI di Jakarta, siang ini.

Saat dikatakan bahwa tuduhan itu berasal dari anggota dewan, Darmin pun tetap membantah. Enak saja kamu bicara, tegasnya.

Isu suap itu berawal dari tuduhan permintaan dana Rp100 miliar yang dilayangkan Ketua Ikatan Pegawai Bank Indonesia (Ipebi) Agus Santoso kepada salah satu anggota Komisi XI DPR RI berinisial MH untuk memuluskan pembahasan RUU Mata Uang, RUU OJK, RUU Transfer Dana dan ATBI.

MH dituduh sebagai pihak yang melakukan lobi untuk meminta uang tersebut. Meskipun demikian kalangan Komisi XI DPR RI menganggap Agus Santoso telah melakukan fitnah karena tuduhan tersebut tidak bisa dibuktikan.

Anggota Komisi XI DPR-RI dari Fraksi PAN Ismet Ahmad sebelumnya juga membantah anggota Fraksi PAN bernama Muhammad Hatta melakukan pemerasan. Bahkan dari internal Fraksi PAN pun sudah memanggil anggotanya dan mengklaim tuduhan itu tak benar. "Pagi tadi [Rabu] kita sudah panggil orang yang dituduhkan, ternyata tidak benar dan tidak ada bukti. Maka itu perlu klarifikasi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top