Bank Mandiri selektif salurkan KUR TKI

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk akan selektif dalam menyalurkan kredit untuk rakyat (KUR) bagi para tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk menghindari non performing loan (NPL/kredit macet)."Sebenarnya untuk TKI ada bank lain yang membuat skema untuk KUR. Kita
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 Desember 2010  |  11:44 WIB

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk akan selektif dalam menyalurkan kredit untuk rakyat (KUR) bagi para tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk menghindari non performing loan (NPL/kredit macet)."Sebenarnya untuk TKI ada bank lain yang membuat skema untuk KUR. Kita ikut saja tapi selektif. Saya gak mau berandai-andai, kita cari yang paling aman. (Karena) masing-masing bank punya spesialisasi," kata Direktur Commercial and Business Banking Mandiri Sunarso, di Jakarta akhir pekan lalu.Prinsip selektif ini, sambung Sunarso didasari atas banyaknya masalah TKI selama ini, yang bukan hanya berasal dari para tenaga kerja tetapi juga pemberi kerja dan negara tujuan. Masalah-masalah itu berpotensi menghambat pendapatan TKI dan berakibat pada macetnya pelunasan KURAtas kondisi itu, tuturnya, Mandiri akan mengucurkan KUR kepada TKI yang diberangkatkan oleh Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang memiliki reputasi baik. Selain itu juga dipilih TKI yang diberangkatkan menuju negara yang selama ini relatif tidak memiliki masalah terhadap pahlawan devisa ini."Itu ada datanya dong. Masih bisa kita pilih, TKI dikirim negara tertentu yang selama ini lancar," kata Sunarso. Meski demikian dia tidak mau menjelaskan negara mana yang dimaksud.Sedangkan untuk kesiapan struktur cabang Mandiri dalam pengembalian KUR menurut Sunarso tidak ada masalah. Sebab Mandiri memiliki cabang di beberapa negara tujuan para TKI. (Diantaranya) kita punya cabang di Hongkong dan Malaysia, kata dia.Sejak KUR TKI diluncurkan pada minggu lalu, Bank Mandiri telah ikut serta menyalurkan kepada 95 TKI dengan nilai total Rp 617,5 juta. KUR TKI juga disalurkan oleh BRI sebesar Rp 250 juta untuk 50 TKI dan BNI Rp 500 juta untuk 50 TKI. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top