Bank Jabar proyeksikan kredit Rp1 triliun

SUKABUMI: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk memproyeksikan penyaluran kredit kepemilkan rumah (KPR) pada tahun 2011 sebesar Rp1 triliun. Direktur Utama Bank Jabar Agus Ruswendi mengatakan pengalokasi kredit KPR sejalan dengan rencana
News Editor | 19 Desember 2010 13:14 WIB

SUKABUMI: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk memproyeksikan penyaluran kredit kepemilkan rumah (KPR) pada tahun 2011 sebesar Rp1 triliun. Direktur Utama Bank Jabar Agus Ruswendi mengatakan pengalokasi kredit KPR sejalan dengan rencana Bank Jabar pada tahun depan yang menargetkan pertumbuhan kredit di atas 25%, atau lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan industri perbankan per tahunnya sebesar 20%.Dia mengatakan telah menyusun beberapa rencana untuk memacu pertumbuhan pinjaman sepanjang tahun depan. "Kami antara lain berencana menganggarkan dana untuk ekspansi kredit produktif dan kredit pemilikan rumah berkisar Rp700 miliar--Rp1 triliun sepanjang 2011," katanya di sela-sela penarikan undian Petik Hadiah di Sukabumi, akhir pekan lalu.Dia menjelaskan kredit produktif itu antara lain Mikro Utama, kredit kecil, kredit usaha rakyat (KUR), kredit ketahanan pangan dan energi (KKPE), serta resi gudang. Ekspansi kredit untuk pelaku usaha sektor riil ini diharapkan meningkatkan komposisi pinjaman kredit menjadi 30% terhadap total kredit.Data bank berkantor pusat di Bandung itu mencatat porsi kredit produktif saat ini berkisar 26%, sedangkan sisanya merupakan pinjaman konsumtif."Realisasi kredit kami saat ini sekitar Rp24 triliun, diharapkan tahun depan bisa mencapai Rp30 triliun--Rp31 triliun. Dari angka itu, 30%nya diharapkan tersalur untuk pelaku UMKM," ujarnya.Dia mengatakan strategi lain meningkatkan kinerja keuangan ialah dengan menambah jumlah jaringan kantor dan sumber daya manusia. Bank pembangunan daerah tersebut menargetkan pada 2015 telah memiliki gerai di setiap kecamatan di Provinsi Jabar agar penetrasi pasar lebih luas lagi. Namun begitu, rencana ekspansi jaringan kantor hingga tingkat kecamatan, juga tetap mempertimbangkan apakah ada perusahaan daerah bank perkreditan rakyat (PD BPR) yang telah operasi lebih dulu. "Kami tidak ingin merebut pasar PD BPR milik pemerintah daerah," katanya.Agus mengatakan rencana aksi korporasi banknya pada tahun depan antara lain menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun dan mendirikan PD BPR baru di beberapa daerah. Untuk rencana pendirian PD BPR, Bank Jabar menyiapkan dana Rp230 miliar."Kami masih membicarakan bagaimana bentuk pendirian PD BPR itu. Ada beberapa opsi yang muncul, antara lain menggabung seluruh PD BPR dengan komposisi pemilikan saham Bank Jabar 51%," katanya.

Dia mengatakan upaya suntik modal PD BPR itu diharapkan bisa menyehatkan dan meningkatkan daya saing bank perkreditan milik pemda.Agus meyakinkan walaupun Bank Jabar menjadi pemegang saham terbesar, namun pemerintah daerah bisa menikmati keuntungan memiliki PD BPR yang sehat. Saat ini, Bank Jabar memegang saham PD BPR sebesar 15%, sedangkan sisanya milik Pemprov Jabar dan pemerintah kota/kabupaten setempat.(bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top