BI dorong permodalan BPD Rp1 triliun

News Editor | 21 Desember 2010 13:56 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia akan mendorong permodalan bank pembangunan daerah (BPD) mencapai Rp1 triliun guna menjadikan pemain utama di kawasan regional. Sasaran tersebut masuk dalam tiga pilar peta jalan (road map) 2014.

Berdasarkan peta jalan tersebut, rendahnya modal BPD menyebabkan bank itu kalah bersaing dengan bank papan atas lainnya, sehingga perlu ditingkatkan nilai modal inti sebesar Rp1 triliun hingga 2014.

Tujuannya agar tingkat keukupan modal memenuhi ketentuan regulasi dan mampu menopang bisnis BPD secara ideal di daerah masing-masing dan mampu mengejar sasaran sebagai BRC [BPD regional champion], tulis road map itu seperti dikutip Bisnis, hari ini.

Selain mengatur modal, komponen pilar I peta jalan BRC, menyebutkan dalam lima tahun kedepan imbal hasil aset (return on assets/RoA) minimal 2,5% dan margin bunga bersih maksimal 5,5%. Adapun beban operasional dan biaya operasional (BOPO) maksimal 75%.

Adapun pada pilar II untuk mendorong menjadi agen pembangunan daerah BPD ditargetkan pertumbuhan kredit minimal 20% per tahun, sehingga bank itu mampu menjadi 5 besar penyalur kredit di kawasan Jawa dan 10 besar di luar Jawa.

Adapun portofolio kredit produktif diharapkan minimal 40% pada 2014, terutama untuk jenis kredit investasi dan kredit modal kerja. Adapun kredit konsumsi dikurangi sehingga tidak mendominasi protofolio bank itu.

Selain itu, rasio kredit terhadap dana (loan to deposit/LDR) bank itu didorong berada di level 78%-100%. Penghimpunan dana masyarakat di luar pemerintah pun didorong mencapai minimal 70%.

Dalam pilar II, BPD juga didorong untuk mengembankan linkage program kepada bank perkreditan rakyat dan lembaga keuangan mikro. Selain itu, BPD juga dihimbau untuk menjadi apex bank bagi lembaga pembiayaan di daerah.

Sementara itu, pada pilar III BPD didorong untuk melayani kebutuhan masyarakat, seperti meningkatkan produk-produ kekuangan, mempermudah akses layanan keuangan, memiliki kualitas sumberdaya yang handal, membuat produk unggulan, memperluas jaringan layanan kantor dan memaksimalkan peran BPD sebagai konsultan keuangan pemda.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top