Bank sisihkan 5% dari CAR untuk risiko operasional

JAKARTA: Bank Indonesia meminta perbankan diminta untuk menyisihkan sekitar 5% dari rasio kecukupan modal (CAR) untuk risiko operasional.
News Editor | 26 Desember 2010 05:58 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia meminta perbankan diminta untuk menyisihkan sekitar 5% dari rasio kecukupan modal (CAR) untuk risiko operasional.

Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Wimboh Santoso mengungkapkan adanya kebijakan operational risk ini ekspansi kredit bank akan lebih terjaga kedepan.

"Karena rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang rendah, permodalanbank saat ini tidak ada masalah. Karena pada Januari nanti kami menerapkan operational risk sebesar 5%," ujarnya belum lama ini

Tingkat NPL perbankan hingga Oktober 2010 berada pada posisi 3% dan diperkirakan akan bertahan hingga akhir tahun. Dia memproyeksikan tingkat NPL pada 2011 akan lebih rendah lagi dibandingkan dengan tahun ini.

"Prinsip kehati-hatian perbankan atau prudential banking membawa perbankan berhasil mengendalikan rasio NPL. Pada 2011 tingkat NPL bahkan bisa lebih kecil lagi," ungkapnya.Menurutnya, NPL yang berada diposisi 3% menunjukan perbaikan dari kinerja dan manajemen risiko perbankan.

"Prinsip kehati-hatian perbankan atau prudential banking membawa perbankan berhasil mengendalikan rasio NPL. Pada 2011 tingkat NPL bahkan bisa lebih kecil lagi," ungkapnya.

Wimboh mengungkapkan selain dari sisi NPL yang semakin rendah, membaiknya kinerja perbankan juga nampak dari dinaikkannya outlook oleh lembagapemeringkat Moody's Investor Service menjadi stabil. (mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top