BTN: Penurunan ATMR tak pengaruhi bisnis

JAKARTA: PT Bank Tabungan Negara Tbk menyatakan rencana penurunan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) sebesar 5% bagi kredit pemilikan rumah tidak akan berdampak signifikan dalam pertumbuhan bisnis kedepan.
News Editor | 29 Desember 2010 16:03 WIB

JAKARTA: PT Bank Tabungan Negara Tbk menyatakan rencana penurunan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) sebesar 5% bagi kredit pemilikan rumah tidak akan berdampak signifikan dalam pertumbuhan bisnis kedepan.

Direktur Keuangan BTN Saut Pardede menyatakan rencana Bank Indonesia (BI) dalam menurunkan ATMR KPR dari 40% menjadi 35% tidak berdampak siginifikan bagi bisnis perseroan. Dari 40% ke 35% itu tidak terlalu besar. Tidak merubah angka secara signifikan, kata Saut hari ini. Meski demikian dia menyambut baik rencana bank sentral dalam menurunkan ATMR KPR. Menurut dia ini akan berdampak dalam pemanfaatan modal bagi kepentingan pembiayaan yang lebih besar."Make sense diturunkan karena semua jenis kredit yang basisnya KPR itu dijamin oleh tanah dan tanah harganya selalu naik. Jadi menurut saya secara personal opini diturunkan hingga 20% itu juga oke. Cuma Basel II membatasi hingga 35%," kata dia.Saut mengatakan pada tahun mendatang pihaknya menargetkan pertumbuhan KPR mencapai 25-30%. "Saya kira itu pertumbuhan yang agresif, karena pertumbuhan industri paling 20%," kata dia. Sebelumnya Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Wimboh Santoso mengatakan bank sentral memiliki rencana untuk menurunkan ATMR KPR. Aturan ini akan akan diberlakukan bagi KPR dengan uang muka minimal 30%. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top