2013, Pangsa pasar perbankan syariah capai 5%

JAKARTA: Bank Indonesia memproyeksi perbankan syariah akan menguasai pasar hingga 5% pada 2011 seiring dengan perkembangan bisnis dan produknya di Tanah Air.
News Editor | 29 Desember 2010 05:06 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia memproyeksi perbankan syariah akan menguasai pasar hingga 5% pada 2011 seiring dengan perkembangan bisnis dan produknya di Tanah Air.

Kepala Biro Penelitian, Pengembangan dan Pengaturan Perbankan Syariah BI Tirta Segara mengatakan pertumbuhan perbankan syariah hingga November mencapai 36% dan menguasai 3,1% pangsa pasar bisnis bank di Tanah Air.

Total aset perbankan syariah mencapai Rp93 triliun dengan pembiayaan Rp70 triliun. Kami berharap perbankan syariah dapat terus tumbuh dengan pangsa pasar 5% pada akhir 2013, katanya kemarin

Saat ini, tuturnya, BI bersama Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan mengkaji insentif pajak bagi bank syariah. Prinsip insentif yang dikaji adalah netralita pajak.

Kalau suatu produk di bank konvesional itu bisa mendapatkan insentif maka produk sejenis di bank syariah juga bisa mendapatkan insentif. Selama ini masih ada keraguan dari bank syariah apakah produk ini kena pajak atau tidak, karena di undang-undang tidak menyebutkan tegas, kata dia.

Selain itu, BI bersama dengan Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI juga terus mengkaji produk-produk syariah agar dapat diberlakukan di Indonesia.

Saat ini kami sedang mengkaji 4 produk dua diantaranya sejenis Kredit Tanpa Agunan (KTA) dan Hedging, kata Wakil Sekretaris DSN Hasanuddin.

Menurut dia empat produk ini akan selesai dibahas pada kuartal I 2011 dan akan segera diberlakukan. Kalau sudah tuntas di kaji nanti kita lihat keperluannya, kalau perlu fatwa maka kami akan keluarkan. Kalau perlu regulasi nanti BI yang bentuk, katanya.

Dia mengatakan perkembangan produk syariah dapat meningkat pesat diantaranya karena digunakan bukan hanya nasabah muslim tetapi juga agama lain. Karena ini adalah rahmatan lil alamin sehingga semua umat beragama bisa menggunakan, kata dia.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top