Bank Liman raih suntikan dana Rp7,5 miliar

JAKARTA: PT Bank Liman Internasional meraih dana segar sekitar Rp7,5 miliar dari pemegang saham, sehingga bank tersebut kemungkinan batal diturunkan statusnya menjadi bank perkreditan rakyat karena modal mencapai Rp107 miliar.Pemegang saham dan manajemen
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Desember 2010  |  15:34 WIB

JAKARTA: PT Bank Liman Internasional meraih dana segar sekitar Rp7,5 miliar dari pemegang saham, sehingga bank tersebut kemungkinan batal diturunkan statusnya menjadi bank perkreditan rakyat karena modal mencapai Rp107 miliar.Pemegang saham dan manajemen bank tersebut juga tengah melakukan negoisasi dengan investor strategis guna mendapatkan suntikan dana. Wakil Komisaris Utama Bank Liman Haryono Waskito mengungkapkan bahwa perseroan baru saja mendapatkan suntikan modal setelah masalah internal dari pemegang saham menemui titik temu."Sebenarnya Senin sudah ada [dana], tapi memang membutuhkan settlement di BI. Jadi dana itu bisa dihitung masuk ke BI Selasa. Nah sekarang sudah efektif modal bertambah menjadi Rp107 miliar karena disuntik Rp7,5 miliar," katanya kepada Bisnis, hari ini.Menurut dia, pemegang saham sebenarnya tak ada masalah dengan dana, karena perseroan hanya kekurangan modal sekitar Rp500 juta-Rp600 juta. Namun, sambungnya, karena ada permasalahan internal suntikan dana berulang kali tertunda.Bank Liman sebelumnya disampaikan terancam turun status menjadi bank perkreditan rakyat (BPR) jika tak memenuhi ketentuan modal minimal Rp100 miliar hingga akhir tahun ini. Bank tersebut merupakan salah satu bank yang belum memenuhi ketentuan itu.Berdasarkan laporan keuangan per September 2010, Bank Liman memiliki modal inti sebesar Rp93,14 miliar, meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp90,52 miliar.Bank yang mayoritas sahamnya dikuasai ahli waris (alm) Anugerah Liman (24%) itu masih kekurangan modal sekitar Rp6,86 miliar untuk memenuhi ketentuan modal regulator sebesar Rp100 miliar. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top