BNI yakin raih 10% dari potensi tambahan suplai valas

JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia Tbk menyatakan optimistis dapat meraih 10% dari potensi tambahan suplai valas US$31,5 miliar menyusul penerapan aturan Bank Indonesia mengenai kebijakan lalu lintas devisa terkait utang dan ekspor luar negeri.Direktur
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 12 September 2011  |  16:33 WIB

JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia Tbk menyatakan optimistis dapat meraih 10% dari potensi tambahan suplai valas US$31,5 miliar menyusul penerapan aturan Bank Indonesia mengenai kebijakan lalu lintas devisa terkait utang dan ekspor luar negeri.Direktur treasuri dan institusi finansial BNI Adi Setianto memperkirakan perusahaan dapat meraih tambahan sekitar US$3,1 miliar per tahun di luar target normal akibat calon peraturan terbaru itu."Ini peluang bagi kami, jadi untuk transaksi trade finance harus bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri. Kami dapat 10% dari potensi yang diumumkan BI saja sudah bagus," ujarnya saat ditemui di Gedung BNI 46, hari ini.Menurut dia, dalam keadaan normal biasanya pertumbuhan bisnis trade finance mencapai 15%-20% per tahun. Dengan adanya aturan tersebut, target pertumbuhan diperkirakan bertambah sekitar US$3 miliar di luar pertumbuhan normal sebelum diatur.Adi menjelaskan aturan tersebut harus seiring dengan kesiapan perbankan dalam mengelola hasil ekspor industri yang beroperasi di Indonesia. Sebab itu industri perbankan sudah sepantasnya berbenah dan bersiap menghadapi kebutuhan yang lebih besar."Sebenarnya yang dibutuhkan ada, hanya saja besaran yang dilayani pasti akan menjadi berbeda. Jadi, kami sebagai perbankan akan mengikuti klien saja, apa yang dibutuhkan akan kami sediakan," jelasnya. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top