Bunga Jibor Sentuh Level Terendah

JAKARTA: Rerata suku bunga Jakarta Interbank Offered Rate mencapai level sejak 2008, yang dipengaruhi kebijakan Bank Indonesia menurunkan batas bawah deposit facility menjadi 150 basis points dibawah suku bunga acuan pada Kamis, pekan lalu.Bila hal ini
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 September 2011  |  16:20 WIB

JAKARTA: Rerata suku bunga Jakarta Interbank Offered Rate mencapai level sejak 2008, yang dipengaruhi kebijakan Bank Indonesia menurunkan batas bawah deposit facility menjadi 150 basis points dibawah suku bunga acuan pada Kamis, pekan lalu.Bila hal ini terjadi secara terus menerus dinilai dapat memperkecil biaya dana dari bank yang dapat berdampak terhadap penurunan bunga kredit.Menurut data historis Jibor yang diakses lewat situs Bank Indonesia (BI), suku bunga pasar uang antar bank (PUAB) pada hari ini, berada pada kisaran  5,41% untuk overnight hingga mencapai 6,8%, untuk jangka waktu 12 bulanPosisi tersebut merupakan rekor terendah suku bunga Jibor setidaknya sejak 2008 setelah melanjutkan penurunan pada jumat pekan lalu, yang menyentuh level 5,43%-6,82%, turun sekitar 33 bps - 43 bps dibandingkan dengan sehari sebelumnya.Destry Damayanti, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk, menyatakan penurunan suku bunga Jibor merupakan respon PUAB terhadap kebijakan BI memperlebar batas bawah deposit facility atau yang dikenal sebagai Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (Fasbi)“Kebijakan BI dalam memperlebar batas bawah Fasbi sebesar 150 bps dibawah BI rate langsung direspon oleh perdagangan di Jibor. Saya pikir itu adalah hal yang wajar karena jarak penurunan masih berada dikisaran Fasbi,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini.Kebijakan bank sentral tersebut, lanjutnya, langsung direspon oleh pasar karena likuiditas di perbankan saat ini masih berlebih sehingga memerlukan saluran diluar kredit, seperti PUAB.Menurut dia, apabila kondisi ini berlanjut terus menerus maka akan memperkecil biaya dana (cost of fund) dari bank dan akan berdampak terhadap penurunan suku bunga kredit.“Kalau kondisi ini terus berlanjut, maka akan mendorong penurunan terhadap bunga deposito sehingga mengurangi cost of fund dari bank. Akibatnya suku bunga kredit bisa turun,” ujarnya.Difi A. Johansyah, Kepala Biro Humas BI, mengakui suku bunga kredit di perbankan nasional bisa turun apabila biaya dana dari perbankan mengecil akibat PUAB yang makin likuid.Pekan lalu, Difi mengatakan kebijakan memperlebar batas bawah bunga deposit facility ditujukan agar transaksi PUAB lebih bergairah. “Kami mendorong agar bank bisa bertransaksi diantara mereka [PUAB] dan tidak hanya mengandalkan BI dalam menaruh ekses likuditas,” ujarnya.Deposit facility merupakan fasilitas yang disediakan oleh bank sentral untuk menampung ekses likuiditas dari bank, diluar instrument lain seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan reverse repo. Sebaliknya bank sentral juga menyediakan lending facility (repo) untuk memberikan pinjaman bagi bank yang memerlukan likuiditas.Batas  bawah suku bunga deposit facility 100 basis poin dibawah BI rate bertahan sejak pertengahan Juni 2010, setelah bank sentral menurunkan dari posisi sebelumnya sebesar 50 basis poin dibawah suku bunga acuan. Meski memperlebar batas bawah deposit facility, namun BI mempertahankan batas atas suku bunga lending facility pada 100 basis poin diatas BI rate.Dengan ketetapan tersebut, batas bawah suku bunga deposit facility yang disediakan untuk perbankan mencapai 5,25%. (Donald Banjarnahor/ Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top