BI intervensi redam depresiasi rupiah

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 September 2011  |  17:15 WIB

 

JAKARTA: Bank Indonesia mengintervensi pasar valuta asing demi meredam depresiasi rupiah yang mencapai 2% pada hari ini.
 
“Pagi hari ini kami masuk ke pasar karena BI akan tetap berada di pasar apabila terjadi fluktuasi yang cepat,” ujar Hartadi A. Sarwono, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), di DPR hari ini.
 
Menurut dia, pelemahan rupiah yang cukup besar pada hari ini lebih banyak dipengaruhi faktor teknikal akibat tingginya penetapan harga dolar AS di pasar Singapura. 
 
“Ada analisa sementara bahwa quotation di Singapura pada pasar non delivery forward. Itu diquote memang terlalu tinggi, di atas Rp9.000. Sehingga pada waktu pembukaan pasar di Indonesia terjadi automatic trading activity, yaitu sell off. Yang melakukan itu mesin bukan lagi orang,” ujarnya hari ini  
 
Selain itu, lanjutnya, depresiasi Rupiah juga dipengaruhi oleh kegelisahan atas kondisi krisis utang di Eropa yang belum ada penyelesaian secara menyeluruh. 
“Namun saya juga berpendapat bahwa dampak dari masalah Eropa ini ke regional sama semua,” ujarnya.
 
Menurut dia, depresiasi rupiah sejak 5 hari lalu hingga kemarin lebih rendah dibandingkan dengan regional. 
 
Dengan akumulasi hari ini, lanjutnya, depresiasi rupiah mencapai 3,3% dan sama dengan tingkat pelemahan mata uang negara Asia lainnya.
 
Dia meminta agar pasar tidak panik secara berlebihan karena krisis utang di Eropa diyakini hanya bersifat sementara. 
 
 
Menurut Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah sekitar 2%, menjadi Rp8.883 per dolar AS pada pukul 13.28 WIB. Barclays Plc menetapkan harga penawaran pada Rp8.883, sementara PT Bank Central Asia pada Rp8.615 per dolar AS. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Donald Banjarnahor

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top