Poles produk perbankan agar serap devisa ekspor

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 September 2011  |  20:05 WIB

 

JAKARTA: Bank Indonesia meminta perbankan nasional meningkatkan kualitas pelayanan dan produk agar devisa hasil ekspor mengendap di dalam negeri.
 
Hartadi A. Sarwono, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), meminta bank devisa domestik untuk meningkatkan daya asing dengan bank luar negeri agar eksportir mau menempatkan valuta asing di dalam negeri.
 
"Bank dalam negeri juga harus dipacu untuk bersaing dengan bank luar. Agar para eksportir kerasan menempatkan dananya harus ada peningkatan servis dari perbankan baik produk atau pelayanannya,” ujarnya hari ini
 
Menurut dia, hal tersebut diperlukan karena bank sentral tidak mewajibkan dana hasil ekspor tersebut disimpan di dalam negeri untuk jangka waktu tertentu. Valuta asing hasil ekspor tersebut juga tidak wajib dikonversi menjadi rupiah.
 
"Itu wajib masuk ke dalam negeri namun tidak wajibkan berapa lamanya, juga tidak harus dikonversi ke dalam rupiah. Kalau mau konkrit itu masuk hari ini ke luar besok itu tidak masalah," ujarnya.
 
Catherine Hadiman, Wakil Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk, menyatakan perseroan siap bersaing untuk menampung devisa hasil ekspor Indonesia. 
 
Menurut dia, kebutuhan pinjaman valuta asing dari beberapa perusahaan penghasil komoditas internasional dinilai dapat mengimbangi membanjirnya dana devisa hasil ekspor di dalam negeri.
 
Dana valuta asing tersebut, lanjutnya, tidak akan menganggur begitu saja karena besarnya permintaan pinjaman dari industri yang menghasilkan komoditas ekspor.
 
“Sebenarnya untuk menyalurkan [dana valuta asing] tetap ada, karena saat ini yang lagi booming kan, industri yang komoditas seperti batubara dan kelapa sawit, yang banyak melakukan ekspor dan memiliki keuntungan dalam dolas AS,” ujarnya. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Donald Banjarnahor

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top