BSM raih pinjaman linkage US$25 juta dari IDB

JAKARTA: Islamic Development Bank akan menyalurkan fasilitas pembiayaan linkage sebesar US$25 juta lewat PT Bank Syariah Mandiri yang diperuntukan bagi proyek yang memiliki dampak terhadap pertumbuhan pembangunan.Said Taufik Ridha, Structured Finance
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 September 2011  |  10:51 WIB

JAKARTA: Islamic Development Bank akan menyalurkan fasilitas pembiayaan linkage sebesar US$25 juta lewat PT Bank Syariah Mandiri yang diperuntukan bagi proyek yang memiliki dampak terhadap pertumbuhan pembangunan.Said Taufik Ridha, Structured Finance Officer Public Private Partnership Division IDB, mengatakan pembiayaan ini digunakan untuk membantu usaha kecil dan menengah yang berperan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.“Pembiayaan ini untuk proyek yang memiliki development impact, karena cabang kami terbatas jadi disalurkan lewat BSM atau perbankan syariah lainnya, “ujarnya usai acara halal bihalal perbankan syariah yang diselenggarakan oleh Asbisindo, tadi malam.Hanawijaya, Direktur BSM, mengatakan dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek yang memiliki penghasilan dalam dolar AS dan berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah sekitar. "Kami [IDB dan BSM] sudah sepakat, jadi dananya tinggal dicairkan. Itu digunakan untuk mendukung peningkatan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Misalkan mau bikin kebun atau pabrik karet, kelapa sawit," tuturnya.Dia menjelaskan pinjaman tersebut akan disalurkan kepada debitur dengan plafon antara Rp5 miliar hingga Rp25 miliar dengan jangka waktu 5tahun-10 tahun. “Ini merupakan pembiayaan valuta asing dengan akad murabahah,” ujarnya.Meski demikian, ada kemungkinan pinjaman tersebut akan disalurkan kepada perusahaan yang memiliki penghasilan dalam Rupiah, asalkan tetap memiliki peran pembangunan terhadap masyarakat sekitar. “Nanti IDB yang akan memfasilitasi swap [pertukaran mata uang] syariah yang bisa diterima secara nasional,” ujarnya.Menurut dia, selama fasilitas swap tersebut belum tersedia, maka pinjaman akan disalurkan dalam bentuk dolar AS, karena ada risiko terjadi penurunan nilai tukar sehingga merugikan bank.Said menambahkan IDB juga berencana untuk mendukung pembiayaan bagi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang telah dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu.“Beberapa proyek sektor publik ada yang kami bidik. Namun kami belum tentukan proyek mana yang akan dibiayai. Yang pasti selama ini kami fokus di pendidikan, kesehatan, infrastruktur, jalan tol nasional dan pembangkit listrik,” ujarnya.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Donald Banjarnahor

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top