Bank Sinar lirik UKM industri surfing

DENPASAR: Perusahaan perbankan daerah yang berkantor pusat di Provinsi Bali, PT Bank Sinar Harapan Bali membidik sektor usaha mikro industri surfing pada upaya menggenjot kredit hingga 80% pada 2011.Direktur Utama Bank Sinar Bali, I Wayan Sukarta Dharmawan
Matroji
Matroji - Bisnis.com 18 September 2011  |  16:42 WIB

DENPASAR: Perusahaan perbankan daerah yang berkantor pusat di Provinsi Bali, PT Bank Sinar Harapan Bali membidik sektor usaha mikro industri surfing pada upaya menggenjot kredit hingga 80% pada 2011.Direktur Utama Bank Sinar Bali, I Wayan Sukarta Dharmawan pada acara Bankers go Surf yang diadakan Badan Musayawarah Perbankan Daerah Provinsi Bali mengatakan pemetaan potensi industri mikro surfing telah dilakukan.“Sebagai salah satu upaya menggenjot kredit pada sektor mikro, Bank sinar berupaya membidik sektor usaha tepi pantai,” katanya, hari ini.Saat ini, kata dia, pelaku dari industri surfing ini masih dilakukan pemodal asing. Masih sedikit pengusaha lokal terjun pada industri ini. “Pada kontes ini, bank Sinar akan terus memetakan potensi pengusaha lokal dalam persaingannya pada kancah industri surfing.”Tercatat, hingga akhir 2011 ditarget kredit bank yang 82% sahamnya dimiliki PT Bank Mandiri Tbk mencapai Rp801,54 miliar, naik sekitar 10% dibanding periode 2010. Namun, hingga saat ini dari totalpengucuran komposisi kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM), skala mikro masih perlu ditingkatkan.Terinci pada data, penyaluran kredit Bank telah mencapai Rp635,33 miliar per Juli 2011. Penyaluran kredit Bank Sinar lebih dari 92% digunakan sebagai modal kerja dan investasi. Pada 2011, hanya 8% porsikredit dikucurkan untuk konsumsi.Hingga akhir 2011, Bank Sinar akan berupaya menggenjot persentas kredir mikro hingga pada 80% dari total kredit. Saat ini, non performing loan (NPL) kredit Bank Sinar masih pada batas aman.“Yakni 2,6% gross pada Juli 2011. Memang lebih tinggi dibandingkan dengan angka triwulan II/2011 yang dirilis Bank Indonesia Denpasar yang hanya 2,17%”.Sementara catatan Bank Indonesia Denpasar melengkapi, secara sektoral kredit produktif didominasi oleh kredit untuk kegiatan perdagangan yang mencapai Rp7,18 triliun dengan andil sebesar 26,46%, diikutikegiatan peyediaan akomodasi dan makan minum sebesar Rp2,01 triliun dengan andil 7,42%. Kredit yang disalurkan untuk sektor perdagangan umumnya disalurkan untuk kredit perdagangan eceran yang mencapaiRp5,18 triliun dengan andil 72,18% dari total kredit perdangan dan 19,10% dari total kredit. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top