BI akan tetap berada di pasar

JAKARTA: Bank Indonesia menegaskan akan tetap dan selalu berada di pasar guna memantau dan menjaga volatilitas nilai rupiah agar tidak terlalu bergejolak.Direktur Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan Bank Sentral akan berupaya
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 19 September 2011  |  18:34 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia menegaskan akan tetap dan selalu berada di pasar guna memantau dan menjaga volatilitas nilai rupiah agar tidak terlalu bergejolak.Direktur Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan Bank Sentral akan berupaya agar pergerakan nilai Rupiah sejalan dengan pergerakan mata uang di wilayah kawasan."Bagaimanapun BI akan sellau berada di pasar. Kalau ada pelemahan nilai tukar wajar kalau kami melakukan intervensi di pasar Valas [valuta asing]. Dari dulu, sampai sekarang dan ke depan akan seperti itu," jelasnya, hari ini.Menurutnya saat ini pasar uang tengah tertekan akibat krisis Eropa. Oleh Sebab itu pelemahan mata uang tidak hanya terjadi pada Rupiah tetapi juga pada mata uang di negara kawasan.Perry mengungkapkan BI akan menjaga pergerakan nilai tukar Rupiah agar tidak terlalu bergejolak, juga agar tetap sejalan dengan pergerakan mata uang di negara kawasan. Namun demikian dia enggan mengungkapkan berapa kisaran aman yang dipatok Bank Sentral."Kami tidak pernah kemukakan tingkat comfort seperti apa, ada ukuran internal stabilitas nilai rupiah. Bukan berarti menghitung per hari, tetapi kami lihat perkembangan trend. kami lihat pelemahan negara kawasan, tidak mungkin negara kawasan melemah Rupiah menguat sendiri," ungkapnya.Dia menambahkan, penggunaan cadangan devisa (Cadev) untuk menjaga stabilitas Rupiah hingga saat ini masih dalam koridor. Sebab itu masih ada kemungkinan penggunaan Cadev kembali untuk menjaga Rupiah.Cadev tersebut, lanjut Perry, salah satunya digunakan untuk membeli surat surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder secara bilateral agar Rupiah tidak membanjiri pasar.Jadi, yang dilakukan BI adalah menjual Dollar untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah, dan di sisi lain membeli SBN agar Rupiah tidak banjir di pasar uang.Dia optimistis hal tersebut tidak akan menjadi masalah karena Bank Sentral telah menghitung jumlah Cadev yang dapat melindungi keperluan modal apabila terjadi penarikan dana secara tiba-tiba (capital reversal). (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top