Genjot kredit mobil, OCBC NISP gandeng BMW

JAKARTA: PT Bank OCBC NISP Tbk menargetkan menyalurkan pembiayaan kepada 480-630 pelanggan baru PT BMW Indonesia Tbk dengan plafon rata-rata Rp500 juta-Rp600 juta bagi setiap pelanggan.Managing Director OCBC NISP Rudy N. Hamdani mengungkapkan penyaluran
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 21 September 2011  |  14:31 WIB

JAKARTA: PT Bank OCBC NISP Tbk menargetkan menyalurkan pembiayaan kepada 480-630 pelanggan baru PT BMW Indonesia Tbk dengan plafon rata-rata Rp500 juta-Rp600 juta bagi setiap pelanggan.Managing Director OCBC NISP Rudy N. Hamdani mengungkapkan penyaluran tersebut merupakan bagian dari kerangka kerja sama dengan BMW Indonesia dalam pemberian akses ke berbagai produk keuangan bagi pelanggan BMW."Perhitungannya begini, penjualan BMW saat ini sekitar 1.600-1.800 unit per tahun, 60% dari penjualan merupakan financing dari perbankan. Dari total financing tersebut semoga saja OCBC NISP dapat meraih 30%-35%," ujarnya usai menandatangani kerja sama tersebut, hari ini.Menurutnya kerja sama tersebut menawarkan kemudahan bagi calon pembeli BMW karena layanan keuangan pembelian kendaraan ditawarkan melalui ruang pamer (showroom) BMW guna menghadirkan solusi belanja. Dengan demikian calon pembeli dapat mengatur solusi pembiayaan sembari memilih BMW yang diinginkan tanpa harus meninggalkan ruang pamer.Rudy menambahkan kerja sama tersebut tidak semata-mata berupa fasilitas pembiayaan, tetapi juga terintegrasi dengan layanan manajemen kekayaan (wealth management)."Pasar yang kami kejar adalah kelas high end. Untuk kerja sama ini kami fokus memberikan wealth management solution pada customer baru, sehingga aksesnya tidak hanya pembiayaan tetapi layanan keungan menyeluruh bagi pelanggan BMW," jelasnya.Director of Corporate Comunication BMW Indonesia Helena Abidin mengaku kerja sama tersebut dapat meningkatkan volume penjualan karena OCBC NISP menawarkan sistem uang muka dan bunga yang kompetitif bagi calon pembeli BMW. Namun dia enggan mengungkapkan target pertumbuhan yang dimaksud."[Pembiayaan] kebanyakan memang ditujukan bagi pembeli awal yaitu pembeli BMW seri 3 dan 5 dengan DP [down payment] yang bisa disesuaikan, karena pembeli seri yang lebih tinggi diperkirakan sudah bisa mengatur cash flow mereka," ujarnya.Sementara itu Ramesh Divyanathan, Presiden Direktur BMW Indonesia, menyatakan perseroan memilih OCBC NISP dengan pertimbangan faktor kestabilan dan kecocokan dengan pangsa pasar BMW.OCBC NISP telah menyalurkan pembiayaan kredit pemilikan mobil (KPM) Rp800 miliar per Agustus 2011. Pembiayaan tersebut sebanyak Rp500 miliar disalurkan langsung kepada end user, sedangkan Rp300 miliar melalui pembiayaan bersama (join financing).Sementara itu hingga akhir tahun penyaluran KPM diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun, atau bertambah Rp400 miloiar dalam 4 bulan terakhir. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top