HSBC Surabaya perkuat layanan segmen korporasi

SURABAYA: Hongkong and Shanghai Bank Corporation Ltd. Surabaya berupaya memperkuat layanan untuk segmen korporasinya, kali ini dengan memperkenalkan mata uang Yuan China atau Renminbi sebagai mata uang perdagangan internasional.Elmi Christina, Vice President
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 September 2011  |  16:09 WIB

SURABAYA: Hongkong and Shanghai Bank Corporation Ltd. Surabaya berupaya memperkuat layanan untuk segmen korporasinya, kali ini dengan memperkenalkan mata uang Yuan China atau Renminbi sebagai mata uang perdagangan internasional.Elmi Christina, Vice President Commercial Banking HSBC Surabaya menuturkan saat ini banyak korporasi di Jawa Timur yang melakukan hubungan dagang dengan negeri tirai bambu itu, baik ekspor maupun impor.“Nasabah korporasi kami saat ini mencapai sekitar 400 perusahaan dari berbagai segmen, mulai dari small, medium, large enterprise. Semuanya berpotensi untuk melakukan hubungan dagang dengan China,” katanya pada wartawan, hari ini.Namun, tambah Elmi, masih banyak nasabah korporasi yang belum memahami mengenai transaksi perdagangan menggunakan mata uang Yuan China ini, sehingga pihaknya terus melakukan upaya sosialisasi.Per Juli tahun ini, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, China menempati urutan kedua setelah Jepang sebagai negara tujuan ekspor Jawa Timur di sektor non-migas, sedangkan untuk impor non migas, China menempati urutan pertama.Pemerintah China membuka penggunaan Yuan China atau Renminbi dalam perdagangan internasional di 1996. Analis HSBC memprediksi pada 2015 Renminbi akan menjadi mata uang perdagangan ketiga terbesar di dunia.Nirmala Salli, Head of Trade and Supply Chain HSBC Indonesia memperkirakan di 2020, volume perdagangan intra Asia maupun antara Asia naik tiga kali lipat menjadi US$10,8 triliiun. Hal ini semakin mendukung Yuan china sebagai mata uang dalam perdagangan internasional.“Sebagai bagian dari Asia dan Asean, penting bagi pengusaha Indonesia untuk memanfaatkan momentum ini,” jelas Nirmala. Namun, Nirmala belum dapat memberikan data terkait jumlah nasabah HSBC yang telah memanfaatkan mata uang ini.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bunga Citra Arum N

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top