Jangan politisasi pemilihan dewan gubernur BI

JAKARTA: Sejumlah kalangan mengimbau bursa deputi gubernur dan deputi gubernur senior Bank Indonesia tak dipolitisasi seiring dengan tugas dewan moneter yang harus independen. Adapun pencalonan dari eksternal mau internal tak masalah selama yang berkaitan
Saeno
Saeno - Bisnis.com 26 September 2011  |  17:25 WIB

JAKARTA: Sejumlah kalangan mengimbau bursa deputi gubernur dan deputi gubernur senior Bank Indonesia tak dipolitisasi seiring dengan tugas dewan moneter yang harus independen. Adapun pencalonan dari eksternal mau internal tak masalah selama yang berkaitan kompeten.Direktur Riset Infobank Eko B. Supriyanto mengatakan tak mempermasalahkan calon dari luar atau dalam, asalkan calon tersebut bisa kerja sama saling bahu membahu dengan deputi gubernur yang lain, kendati didukung oleh partai yang berbeda."Tapi jika sudah masuk ke BI harus mampu menjalankan tugas dengan tanggung jawabnya. Masuknya DG [deputi gubernur] atau DGS [deputi gubernur senior] dari luar jangan menjadi makin kental aroma polisisasinya," ujarnya kepada Bisnis, hari ini.Menurut dia, tantangan jangka pendek sekarang ini adalah bagaimana mengantisipasi krisis Eropa dan AS jangan sampai BI salah membuat kebijakan dan mengantisipasi krisis. Pasalnya sehebat apapun indikator perekonomian Indonesia jika salah mengantisipasi pengalaman menunjukan akan membuka jendela lebar krisis.Hal senada disampaikan Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk Ryan Kiryanto. Menurut dia, calon anggota DG dan DGS sebaiknya berbasis latar belakang kompetensi yang sesuai dengan kursi yang bakal diduduki ketimbang bicara soal orang internal atau eksternal.Dengan begitu, sambungnya, pemilihan calon DG dan DGS memang atas dasar kompetensi yang sesuai dengan tugasnya. "Kalau dari unsur internal, maka jelas akan mengacu kepada jalur karir yang sesuai dengan job desk DG dan DGS. Kalau dari eksternal, calon pilihannya lebih luas, bisa dari kalangan perbankan, akademisi atau birokrat/teknokrat," tuturnya.Namun, lanjutnya, jika jika ada desakan untuk perbaikan komposisi anggota deputi gubernur BI, bisa saja calon eksternal dipertimbangkan untuk pos DG maupun DGS."Selanjutnya, serahkan ke Presiden, untuk diberikan ke DPR guna dilakukan fit and proper test. Dengan cara demikian, maka the right man on the right place akan terwujud."Gubernur BI telah mengirimkan 8 orang sebagai deputi gubernur untuk menggantikan posisi Muliaman D. Hadad dan S. Budi Rochadi. Kedua posisi itu akan berakhir pada 22 Desember 2011, tetapi Budi Rochadi terlebih dulu meninggal dunia pada awal Juli lalu.Sejumlah nama yang diajukan adalah Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran Ronald Waas, Direktur Direktorat Pengelolaan Moneter Hendar, Direktur Direktorat Pengelolaan Devisa Tresna Wilda Suparyono serta Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Perry Warjiyo.Selain itu, Kepala BI di New York-Amerika Serikat Kusumaningtuti, Direktur Direktorat Internasional Nelson Tampubolon dan Muliaman D. Hadad kembali diajukan. Satu orang lagi yang diajukan dari kalangan eksternal, yakni Wadirut Bank Mandiri Riswinandi.Sebelumnya Direktur Mikro dan Ritail Banking Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin dan Komisaris Independen Bank Mandiri Krisna Wijaya disebut-sebut sebagai calon kuat dari kalangan eksternal.Selain itu, posisi DGS juga dikhabarkan akan diajukan oleh presiden sesuai dengan amanat UU. Namun, di lingkungan bank sentral juga ramai membicarakan calon eksternal yang bakal mengisi posisi tersebut meskipun kans dari dalam juga ada. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top