Kredit sawit Bank Mandiri naik jadi Rp36,16 triliun

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk hingga kuartal III/2011 telah menyalurkan kredit perkebunan kelapa sawit, termasuk produk turunannya, sebesar Rp36,16 triliun atau tumbuh hampir 20% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp30,16 triliun.Dari tolal
Saeno
Saeno - Bisnis.com 04 Desember 2011  |  11:57 WIB

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk hingga kuartal III/2011 telah menyalurkan kredit perkebunan kelapa sawit, termasuk produk turunannya, sebesar Rp36,16 triliun atau tumbuh hampir 20% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp30,16 triliun.Dari tolal pembiayaan tersebut, pembiayaan khusus pada pengembangan perkebunan kelapa sawit (on farm) mencapai Rp28,70 triliun. Adapun pembiayaan pada sektor off farm, yang meliputi produk turunan kelapa sawit baik refinery maupun oleochemical mencapai Rp7,46 triliun.

 

Executive Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Rafjon Yahya menyampaikan  pengembangan industri kelapa sawit secara terencana, efisien dan mematuhi aturan yang berlaku  akan membuat industri kelapa sawit Indonesia kokoh dan sehat.

 

Menurutnya, perseroan memiliki sejarah panjang pembiayaan perkebunan kelapa sawit yang dimulai dari 4 bank legacy yang akhirnya merger menjadi Bank Mandiri.

 

Saat itu bank-bank milik negara selalu diikutsertakan pemerintah dalam berbagai skema pembiayaan program seperti PIR Khusus, PIR Trans, PIR KKPA, PBSN I,II, III, hingga program yang saat ini tengah berlangsung yaitu KPEN-RP.

 

Dengan pengalaman panjang dan pemahaman atas karakteristik industri ini, lanjutnya, Bank Mandiri telah berperan besar dalam mendorong sektor kelapa sawit tumbuh dan berkembang seperti saat ini.

 

“Di samping itu, kami senantiasa meningkatkan kualitas pembiayaan dengan melakukan kajian rutin mengenai industri kelapa sawit baik melalui riset internal maupun dengan melibatkan pihak eksternal yang kompeten, mencakup semua aspek baik mikro maupun makro sehingga dapat membantu kami menjaga kualitas kredit secara optimal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu 4 Desember. (ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top