55% cadangan devisa RI berupa Dolar AS

JAKARTA: Bank Indonesia mengungkapkan Dollar Amerika Serikat saat ini masih menjadi mata uang utama dalam cadangan devisa Indonesia.Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengungkapkan cadangan devisa sudah sejak lama menggunakan sistem campuran
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 05 Desember 2011  |  15:43 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia mengungkapkan Dollar Amerika Serikat saat ini masih menjadi mata uang utama dalam cadangan devisa Indonesia.Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengungkapkan cadangan devisa sudah sejak lama menggunakan sistem campuran beberapa mata uang dengan menggunakan sistem perimbangan mata uang yang dinamis."Mungkin sekitar 55% masih dalam dollar AS. Sisanya ada mata uang lainnya, seperti dollar Australia, Euro, dollar Singapura, dan lain-lain. Soal Perimbangan mata uang ini dinamis sekali. Kita juga tidak bisa kemudian begitu ada yang bergerak,kita langsung berubah," ujarnya, hari ini.Namun demikian dia mengungkapkan bank sentral selalu mengikuti perkembangan kurs salah satunya dalam kaitannya dengan tinjauan terhadap cadev.Darmin juga mengakui BI harus terus memperhatikan komposisi utang pemerintah sehingga ketika memerlukan mata uang tertentu bank sentral dapat menyediakan valuta asing yang dibutuhkan.Sebelumnya Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah mengungkapkan per November 2011 Cadev US$ 112 miliar. Jumlah tersebut turun dibandingkan dengan posisi per 31 Oktober 2011 sebesar US$113,962 miliar. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top