BI siapkan 5 fokus kebijakan

JAKARTA: Bank Indonesia menyiapkan lima fokus kebijakan utama pada 2012 yang mencakup moneter, efisiensi perbankan, sistem pembayaran, ketahanan makro dan pemberdayaan sektor riil.Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengungkapkan bank sentral
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 09 Desember 2011  |  21:57 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia menyiapkan lima fokus kebijakan utama pada 2012 yang mencakup moneter, efisiensi perbankan, sistem pembayaran, ketahanan makro dan pemberdayaan sektor riil.Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengungkapkan bank sentral akan mengoptimalkan peran kebijakan moneter untuk mendorong kapasitas perekonomian sekaligus memitigasi risiko ancaman krisis global."Kebijakan selanjutnya adalah efisiensi perbankan untuk mengoptimalkan kontribusinya daam perekonomian dengan memperkuat ketanan perbankan," ujarnya malam ini.Kebijakan ketiga adalah meningkatkan efisiensi serta daya saing sistem pembayaran baik dalam sistem pembayaran nasional maupun hubungan sistem pembayaran dengan luar negeri.Adapun fokus kebijakan bank sentral 2012 yang berkaitan dengan ekonomi makro yaitu memperkuat ketahanan makro dengan cara memantapkan koordinasi dalam rangka manajemen pencegahan dan penanganan krisis.Terakhir adalah pemberian dukungan terhadap pemberdayaan sektor riil melalui upaya perluasan perbankan dan financial inclusion kepada masyarakat.Darmin melanjutkan, kebijakan-kebijakan tersebut akan diarahkan pada pelanjutan stabilitas di sektor keuangan sembari menjaga kepercayaan pasar.Dia juga optimistis dapat menjangkar konisstensi suku bunga acuan sebagai optimalisasi stimulus pada perekonomian dengan tetap perhatikan pencapaian sasaran inflasi.Darmin menekankan kebijakan suku bunga acuan tersebut akan dilengkapi dengan kebijakan makriprudensial guna memitigasi kerentanan pada sektor konsumtif agar tidak mengalami penggelembungan harga aset.Dia menambahkan, BI juga berencana memperkaya instrumen di pasar valuta asing guna menghidupkan transaksi lindung nilai. Sementara itu, kebijakan dalam industri perbankan akan dirahkan pada peningkatan daya saing dan ketahan perbankan dengan mendorong fungsi intermediasi dan perluasan akses masyarakat kepada perbankan bebriaya rendah."Kebijakan SBDK akan tetap dilanjutkan dengan diiringi peningkatan enforcement terhadap ketentuan yang mewajibkan rencana bisnis bank mencantumkan target peningkatan efisiensi dan penurunan suku bungan kredit," tegasnya.Bukan hanya suku bunga kredit, Darmin juga mengungkapkan BI akan mengkaji praktek pemberian tingkat bunga dana pihak ketiga yang lebih tinggi dari suku bunga acuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (Bsi)"Hanya di Indonesia di antara negara Asean yang suku bunganya bisa lebih tinggi dari inflasi. dikhawatirkan dana akan lari kaalau diturunkan. Sebenarnya akan lari ke mana? Di Singapura suku bunganya lebih rendah," tegasnya. (Bsi)BI siapkan 5 fokus kebijakan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top