EKSPANSI JARINGAN: BNI kepung Jawa Timur dengan ATM & outlet

MALANG: BNI Kantor Wilayah Surabaya menambah sedikitnya 250 unit ATM baru sehingga menjadi 1.000 unit selama kuartal 1/2012 yang ditempatkan pada pusat-pusat kegiatan ekonomi di Jawa Timur.CEO BNI Kantor Wilayah Surabaya Arfansyah mengatakan untuk BNI
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Februari 2012  |  14:53 WIB

MALANG: BNI Kantor Wilayah Surabaya menambah sedikitnya 250 unit ATM baru sehingga menjadi 1.000 unit selama kuartal 1/2012 yang ditempatkan pada pusat-pusat kegiatan ekonomi di Jawa Timur.CEO BNI Kantor Wilayah Surabaya Arfansyah mengatakan untuk BNI Malang mendapatkan alokasi tambahan 34 unit ATM baru, sehingga nantinya menjadi 134 unit ATM.“Untuk outlet, pada kuartal I/2012 kami menambah 11 unit outlet berupa kantor kas sehingga nantinya bertambah menjadi 163 unit. Program itu sebenarnya untuk satu semester I/2012, namun akan dipacu pada kuartal I/2012 menyesuaikan dengan perkembangan perekonomian Jawa Timur yang dinamis,” kata Arfansyah di sela-sela peresmian Kantor Kas Pakis BNI Cabang Malang di Malang, hari ini 27 Februari 2012.Menurut dia, jumlah ATM dan outlet sebanyak itu merupakan terbesar bila dibandingkan dengan outlet dan ATM BNI kantor wilayah lain di Indonesia. Hal itu menunjukkan Jawa Timur merupakan kawasan penting pengembangan bisnis BNI.Hal itu dimaklumi, kata dia, karena pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang tinggi. Pada 2011, pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 7,5%, jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 6,5%.Menurut dia, perbankan bertugas memperlancar roda pembangunan dan perekonomian. Jika pembangunan dan perekonomian lancar, maka bank juga diuntungkan karena bisnisnya berkembang.Kec. Pakis, Kab. Malang sudah waktunya didirikan Kantor Kas BNI karena prospek perkembangannya sangat bagus. BNI bersikap terbuka untuk membantu daerah agar berkembang.Pemimpin Kantor Bank Indonesia Malang Totok Hermiyanto mengingatkan salah satu tantangan perbankan ke depan a.l perlunya ikut membiayai pengembangan sektor pertanian.  Pasalnya, sektor perekonomian tersebut sangat vital. Di sisi lain, masalah pangan juga merupakan faktor utama penyebab inflasi yang dikenal dengan istilah volatile food.Yang juga perlu mendapat perhatian, sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Namun yang menjadi masalah, asset mereka kebanyakan tidak bankable sehingga perlu dicari jalan penyelesaiannya.Bupati Malang Rendra Kresna membenarkan pernyataan Totok. Menurut dia, jumlah UMKM di Kab. Malang mencapai 273.000 unit.Mereka perlu mendapatkan dukungan modal. Pemkab Malang sendiri telah berusaha membantu permodalan mereka, namun karena keterbatasan volume APBD.Dia juga setuju jika disebut Kec. Pakis merupakan kawasan berkembang. Daerah tersebut merupakan kawasan pengembangan Kab. Malang sebagai kawasan perekonomian yang didukung industri, perdagangan, dan pariwisata.“Kec. Pakis merupakan pintu Malang Timur yang meliputi Turen dan Poncokusumo. Area industri nantinya di Turen sedangkan wisatanya di Poncokusumo.”Arfansyah menegaskan, jika secara bisnis menguntungkan maka BNI akan tertarik untuk mendanainya. BNI tidak akan pilih-pilih dalam membiayai sektor ekonomi tertentu.Meski begitu, sektor pertanian mendapatkan perhatian karena bank tersebut mendapatkan tugas menyalurkan kredit untuk pengembangan gula dan padi. Kredit untuk pengembangan produksi gula diberikan diberikan pada petani binaan 33 pabrik gula. Sedangkan untuk pengembangan produksi padi, pihaknya bekerja sama dengan PT Sang Hyang Sri.(faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Choirul Anam

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup