AKUISISI BANK: Per Maret, 10 calon investor siap beli Bank Mutiara

JAKARTA: Hingga akhir Maret 2012 sebanyak 10 pemodal mendaftar menjadi calon pembeli PT Bank Mutiara Tbk. Calon investor diperkirakan bakal terus meningkat karena pendaftaran akan ditutup pada akhir bulan ini.Ketua Dewan Komisioner LPS C. Heru Budiargo
Saeno | 02 April 2012 16:40 WIB

JAKARTA: Hingga akhir Maret 2012 sebanyak 10 pemodal mendaftar menjadi calon pembeli PT Bank Mutiara Tbk. Calon investor diperkirakan bakal terus meningkat karena pendaftaran akan ditutup pada akhir bulan ini.Ketua Dewan Komisioner LPS C. Heru Budiargo mengatakan jumlah calon investor yang mendaftar kali ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu sebelumnya, karena secara fundamental kondisi Bank Mutiara terus membaik.“Probabilitas kesuksesan divestasi Mutiara pada tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya, karena perbaikan-perbaikan sektor finansial dan nonfinansial yang nyata,” ujarnya di Jakarta, hari ini.Dia mengutarakan pada tahun lalu jumlah calon investor yang mendaftar sebanyak 9 institusi, tetapi hingga tahap seleksi pernyataan minat tinggal 3 institusi. Menurutnya, jumlah peminat akan lebih banyak lagi.Heru menyampaikan dari 10 institusi yang mendaftar, pemodal asing dan lokal jumlahnya sama banyak. “Ini menunjukkan minat pemodal lokal pun semakin besar,” tuturnya.Dirut Bank Mutiara Maryono menyampaikan ada perbaikan signifikan dari kinerja perseroan baik dari sisi lini usaha, kualitas aset hingga budaya perusahaan. Oleh sebab itu, dia optimistis nilai tawar Bank Mutiara akan meningkat.Dia menjelaskan dari lini usaha perseroan membukukan kredit cukup signifikan yang diiringi oleh pendapatan bunga. Hingga akhir 2011 Bank Mutiara menyalurkan kredit Rp9,4 triliun, meningkat 49,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.Sementara itu, untuk dana pihak ketiga tercatat naik 26% menjadi Rp11,2 triliun. Kenaikan dua indikator itu mendorong pertumbuhan laba sebesar 22% menjadi 13,1 triliun. Adapun laba tumbuh naik 33,4% menjadi Rp291 miliar.Maryono menyampaikan perbaikan kualitas aset ditunjukkan dengan perbaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) dan beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO). NPL Bank Mutiara pada 2011 sebesar 3,9%, turun dari tahun sebelumnya 10,4%.“Dari sisi nonbisnis ada perbaikan dari sisi GCG dan pelaksanaan corporate culture. Kami juga meningkatkan kerja sama, seperti kerjasama korporasi dan fasilitas lainnya, misalnya dengan menggandeng ATM Prima ini,” tuturnya.Dalam kesempatan itu, Bank Mutiara menjalin kerja sama dengan PT Rintis Sejahtera selaku pengelola jaringan ATM Prima dan PT Bank Central Asia Tbk. Dengan keja sama itu, nasabah bank yang sebelumnya bernama Century itu dapat memanfaatkan layanan 34.600 ATM Prima dan 8.500 ATM BCA.Sebelumnya, Mutiara telah menjalin kerja sama dengan ATM Bersama dengan memanfaatkan 34.000 ATM vendor tersebut. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top