BNP incar kenaikan laba 20,8% jadi Rp110,5 miliar

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 April 2012  |  16:26 WIB

 

BANDUNG: PT Bank Nusantara Parahyangan (BNP) menargetkan laba operasional sebesar Rp110,5 miliar pada 2012 atau naik 20,8% dibandingkan dengan perolehan tahun lalu sebesar Rp91,4 miliar.
 
Direktur Bisnis Bank BNP Budi T. Halim mengatakan peningkatan perolehan laba akan terjadi seiring dengan ekspansi bisnis yang terus berjalan.
 
“Kami memutuskan lebih agresif menyalurkan kredit, terutama bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah, serta membuka jaringan kantor baru sepanjang tahun ini,” katanya  hari ini.
 
Dia mengatakan langkah penambahan jaringan kantor cukup efektif dalam mendongkrak laba perusahaan. Sebagai contoh, lanjutnya, kantor cabang Bank BNP di Tasikmalaya dan Karawang Jawa Barat yang baru beroperasi 1 tahun sudah mampu membukukan laba.
 
Pada tahun ini, bank berkantor pusat di Bandung tersebut berencana membuka 20 jaringan kantor baru untuk melipatgandakan kinerja keuangan. Saat ini, Bank BNP memiliki 64 jaringan kantor yang mayoritas berdomisili di Provinsi Jawa Barat.
 
“Kantor cabang yang sudah siap diresmikan antara lain berdomisili di Solo dan Yogyakarta. Kami membidik daerah potensial untuk memperluas penetrasi pasar,” lanjutnya.
 
Budi mengklaim keputusan gencar ekspansi jaringan kantor tidak akan menekan laba perusahaan. Pasalnya, lanjutnya, manajemen telah menghitung dan merumuskan rencana bisnis bank pada 2012 agar ekspansi tidak menggerus laba.
 
“Rencananya, penambahan jaringan kantor akan terfokus pada semester II. Sepanjang semester I, pembukaan cabang lebih diprioritas kan pada rencana 2011 yang berlum terealisasi,” ujarnya.
 
Menurut dia, strategi lain meningkatkan penghimpunan laba ialah dengan lebih agresif menyalurkan pinjaman, terutama untuk segmen UMKM.
 
Pada 2011, penyaluran kredit untuk UMKM Bank BNP berkontribusi sekitar 57% terhadap portofolio pinjaman. Per Desember 2011, outstanding kredit Bank BNP tumbuh 31,5% menjadi Rp4,81 triliun. 
 
“Kami telah meluncurkan produk kredit tanpa agunan khusus untuk pelaku usaha. Diharapkan, produk tersebut bisa berkontribusi sekitar Rp50 miliar hingga akhir tahun,” ujarnya.
 
Budi mengatakan pasar KTA untuk pelaku bisnis terhitung prospektif, melihat kebutuhan kredit di lapangan yang cukup besar.
 
Menurut dia, cukup banyak pebisnis potensial yang membutuhkan injeksi modal, namun tidak memiliki agunan ketika akan mengakses permodalan ke bank.  Keuntungan lain produk KTA bisnis, lanjutnya, ialah risiko pembiayaan bermasalahnya pun cukup terkendali.
 
Sebelumnya, bank beraset Rp6,57 triliun per Desember 2011 tersebut telah memiliki produk KTA khusus untuk kalangan pegawai.
 
Melihat respons debitur yang cukup bagus, lanjutnya, Bank BNP memutuskan untuk membidik segmen bisnis dengan pertimbangan pinjamannya lebih produktif.
 
“Kami masih memiliki modal kuat untuk menopang ekspansi bisnis sepanjang 2012. Rasio CAR BNP masih pada level 13,45%,” ujarnya.
 
Namun demikian, Budi mengatakan banknya tetap membutuhkan perkuatan modal agar laju pertumbuhan bisnis lebih cepat lagi. “Ada opsi penambahan modal, namun mekanismenya masih belum final.” (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Roberto Purba

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top