NASABAH KECIL sulit mendapatkan akses perlindungan

 
Saeno
Saeno - Bisnis.com 04 April 2012  |  20:08 WIB

 

JAKARTA: Mayoritas nasabah perbankan nasional adalah kelas menengah bawah, tetapi masih sulit mendapatkan perlindungan terhadap hak-haknya, sehingga diperlukan lembaga pengadilan sengketa bagi mereka.
 
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan jumlah rekening nasabah di Indonesia mencapai 140 juta, tetapi hanya segelintir rekening yang menguasai mayoritas dana perbankan nasional.
 
“Dari 140 juta rekening bisa digambarkan 3% dari mereka menguasai 67% uang yang ada di bank. Artinya 97% dari mereka hanya memiliki 33% saja. Begitu ekstrime-nya. Itu gambaran masyarakat kita,” ujarnya dalam seminar Mediasi Perbankan: Optimalisasi Perlindungan Nasabah di Menara Thamrin, Bank Indonesia, siang ini.
 
Dia menerangkan nasabah yang memiliki dana besar tak mempunyai masalah dengan meminta perlindungan konsumen kepada bank sentral. Mereka, sambungnya, bisa mempertahankan dirinya sendiri dengan aturan yang dipegang.
 
Akan tetapi, ungkapnya, nasabah kecil selalu kesulitan melindungi hak-haknya apabila terjadi silang sengketa dengan bank, padahal jumlah mereka lebih banyak dibandingkan dengan nasabah papan atas.
 
Oleh karena itu, lanjutnya, perlu ada pengadilan sengketa. Otoritas itu, paparnya, bentuk lain dari penyelesaian sengketa secara adil. “Solusinya hampir tidak selalu win loss, tetapi solusi win-win. Ini akan kita bicarakan hari ini,” tuturnya.
 
Masyarakat yang 99% akses likuid sangat penting. Silahkan diberi kritikan dan pandangan agar mekanisme mediasi ini lebih besar dan luas. Krn mekanisme ini murah dan cepat ada batas waktunya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top