KOMISIONER OJK: Dua versi daftar 14 calon masih simpang-siur

 
Saeno | 08 April 2012 20:31 WIB

 

JAKARTA: Semula telah dirilis 14 calon komisioner Otoritas Jasa Keuangan, tetapi kini beredar versi kedua calon pengurus lembaga baru tersebut. Mana yang benar dengan nama-nama tersebut?
 
Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis, versi pertama 14 nama calon komisioner OJK yang diajukan oleh presiden, Yunus Husein (mantan Ketua PPATK dan peneliti utama BI), Mulia P. Nasution (mantan Sekjen Kementerian Keuangan), dan Muliaman D. Hadad (Deputi Gubernur BI).
 
Selanjutnya, Hekinus Manao (mantan Irjen Kemenkeu), Nurhaida (Kepala Bapepam LK), Sahala Lumban Gaol (Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik Kementerian BUMN), Achjar Iljas (mantan Deputi Gubernur BI), Kusumaningtuti SS (Direktur BI) dan Nelson Tampubolon (Mantan Direktur Internasional BI).
 
Selain itu, I Wayan Agus Mertayasa (mantan Wadirut Bank Mandiri), Ogi Prastomiyono (Direktur Bank Mandiri), Rijani Tirtoso (EVP Coordinator Internal Audit Bank Mandiri) dan Riswinandi (Wadirut Bank Mandiri) dan Peter Benyamin Stok (Komisaris Utama BNI).
 
Namun, versi kedua yang beredar terdapat empat nama baru, yakni Rachmat Waluyanto (Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu), Firdaus Djaelani (Kepala Eksekutif LPS), Isa Rachmatarwata (Kabiro Babepam LK), dan Ilya  Avianti (Auditor BPK).
 
Berarti terdapat nama pada versi pertama yang tidak masuk, seperti Sahala Lumban Gaol, Nelson Tampubolon, Ogi Prastomiyono, dan Rijani Tirtoso.
 
Apabila dikaji secara mendalam, baik versi pertama dan kedua, peserta yang lolos ke tahap akhir seleksi calon komisioner OJK merupakan orang-orang yang dekat dengan lingkungan regulator.
 
Dari 14 calon komisioner OJK itu didominasi oleh birokrat, terutama dari Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, yakni 9 kandidat. Sisanya, 5 calon berasal dari kalangan profesional.
 
Yang menarik pada versi I, tak satu pun dari 14 nama itu punya handy cap atau berlatar pengalaman lembaga keuangan non-perbankan, baik itu dari asuransi, multifinance, atau dana pensiun.
 
Seluruh calon yang dipilih presiden untuk menjadi komisioner OJK—yang juga akan mengurusi praktik bisnis dan lembaga keuangan non-bank—berasal dari latar belakang perbankan.
 
Bahkan, 4 dari 5 calon kalangan profesional, didominasi bankir PT Bank Mandiri Tbk. Bank pelat merah ini adalah almamater Agus Martowardojo sebelum jadi Menkeu. 
 
Namun, apabila versi kedua yang diusulkan presiden, tak menganulir dominasi calon dari kalangan regulator. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top