BNI GANDENG GARUDA: Siapkan helikopter bebas macet

JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia menggandeng Garuda Indonesia dan menyiapkan biaya operasional Rp1 miliar hingga Rp2 miliar per bulan untuk layanan helikopter jarak dekat bagi nasabah Emerald BNI dalam menghindari kemacetan Jakarta.Noviana C Purnamasari,
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 13 April 2012  |  11:29 WIB

JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia menggandeng Garuda Indonesia dan menyiapkan biaya operasional Rp1 miliar hingga Rp2 miliar per bulan untuk layanan helikopter jarak dekat bagi nasabah Emerald BNI dalam menghindari kemacetan Jakarta.Noviana C Purnamasari, VP Emerald and Affluent Segment PT Bank Negara Indonesia (BNI), mengungkapkan untuk sementara perseroan berencana akan mengoperasikan satu buah helikopter terlebih dahulu dengan prioritas perjalanan jarak pendek."Persoalannya, yang punya perusahaan helikopter di Jakarta ini ternyata tidak banyak. Selain itu, demi keamanan nasabah, helikopter yang kami perlukan harus memiliki twin engine [mesin ganda], sedangkan di Jakarta hanya ada tiga," ujarnya, 12 April 2012.Oleh sebab itu, BNI akan menandatangani perjanjian kerja sama pada 16 April 2012 dengan PT Garuda Indonesia Tbk. Selanjutnya, Garuda yang akan melakukan uji tuntas (due diligence) kepada penyedia layanan helikopter.Meski demikian, saat ini layanan tersebut sudah bisa digunakan oleh beberapa nasabah setia dengan kriteria khusus, yaitu pihak yang mendapat undangan langsung dari perseroan.Noviana juga mengungkapkan untuk tahap awal, perseroan terlebih dahulu akan menyewa satu buah helikopter. Apabila frekuensi kebutuhan nasabah ternyata cukup tinggi, ada kemungkinan perseroan melakukan penambahan armada.Menurutnya, perseroan akan memberikan layanan ini cuma-cuma kepada nasabah dengan kriteria tertentu. Misalnya nasabah dengan dana mengendap minimal Rp50 miliar dapat menggunakan layanan tersebut sebulan sekali secara cuma-cuma.Noviana juga mengakui saat ini perseroan hanya fokus terhadap pemberian layanan kepada nasabah yang telah ada. Hingga saat ini, ada 15 nasabah yang telah mendaftar untuk layanan tersebut."Ini semua sudah diperhitungkan, biaya yang kami keluarkan saya rasa tidak akan memberatkan fee based income kami. Saat ini, revenue kami 0,5% dari dana kelolaan, kalau dana nasabah affluent saja Rp64 triliun, biaya operasional Rp2 miliar tidak akan masalah," jelasnya. (spr)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Kahfi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top