KINERJA BANK: BNI Syariah salurkan pembiayaan baru Rp200 miliar

JAKARTA: PT BNI Syariah menyalurkan Rp200 miliar pembiayaan baru sepanjang triwulan I/ 2012 sehingga tercatat baki debet mencapai Rp5,5 triliun per akhir Maret 2012 dari Rp5,3 triliun sepanjang tahun lalu.Perolehan tersebut menjadikan aset perseroan
M. Munir Haikal | 15 April 2012 15:11 WIB

JAKARTA: PT BNI Syariah menyalurkan Rp200 miliar pembiayaan baru sepanjang triwulan I/ 2012 sehingga tercatat baki debet mencapai Rp5,5 triliun per akhir Maret 2012 dari Rp5,3 triliun sepanjang tahun lalu.Perolehan tersebut menjadikan aset perseroan tumbuh Rp720 miliar sepanjang 3 bulan pertama ini menjadi Rp9,2 triliun dari Rp8,48 triliun per desember 2011.Direktur Bisnis BNI Syariah Bambang Wijanarko mengungkapkan 90% dari total pembukuan (booking) baru itu berasal dari sektor griya atau pembiayaan perumahan, sejalan dengan rencana perseroan untuk fokus kepada sektor tersebut."Pembiayaan perumahan kira-kira mencapai Rp180 miliar booking baru untuk 3 bulan pertama. Outstanding [baki debet] menjadi Rp2,33 triliun per Maret 2012 dari Rp2,15 triliun pada Desember 2011," ujarnya kepada Bisnis, 14 April 2012.Menurutnya nilai tersebut bukan capaian maksimal yang bisa diperoleh dan belum memenuhi target perseroan untuk memperoleh booking baru sebanyak Rp2 triliun sepanjang tahun. Itu artinya, perseroan setidaknya harus memperoleh Rp500 miliar setiap triwulan.Meski demikian Bambang optimistis target tersebut dapat tercapai karena penyaluran pembiayaan baru akan mencapai pucaknya menjelang triwulan II dan triwulan III."[Pembiayaan] produktif memang akan dinaikan, tetapi tahun ini lebih mendorong griya. Target total 2012 [pembiayaan griya] harus naik minimal Rp2 triliun. Awal tahun memang belum maksimal betul. Menjelang triwulan II-- triwulan III baru mencapai puncaknya," jelasnya.Sementara itu, penyaluran pembiayaan Rp20 miliar sisanya disalurkan kepada pembiayaan lain-lain, diantaranya mencakup pembiayaan produktif serta kartu pembiayaan Khazanah Card.Adapun baki debet pembiayaan Khazanah Card hingga Maret 2012 mencapai Rp170 miliar atau hanya mencapai 3,09% dari total penyaluran pembiayaan.Bambang berharap jumlah kartu pembiayaan tersebut dapat mencapai 150.000 keping pada akhir tahun, tumbuh 300% dari volume tahun lalu 50.000 keping kartu. Adapun hingga Maret 2012 perseroan berhasil menerbitkan 11.000 keping kartu baru.Dana kelolaanGuna menunjang penyaluran pembiayaan, perseroan berhasil meraih dana pihak ketiga (DPK) Rp750 miliar selama tiga bulan pertama tahun ini. Dengan demikian dana kelolaan per 31 Maret 2012 mencapai Rp7,95 triliun dari Rp7,2 triliun per Desember 2011.Bambang melanjutkan, hingga saat ini porsi dana mahal dalam bentuk deposito masih mendominasi sebesar Rp4,13 triliun atau 52% dari total dana kelolaan. Sementara sisanya adalah tabungan dan giro.Adapun, tambahnya, dari total dana kelolaan tersebut Rp2,8 triliun tersimpan dalam bentuk surat berharga. Sepanjang triwulan pertama ini saja perseroan telah menyimpan Rp480 miliar ke dalam surat berharga."Biasanya triwulan I belum banyak serapan dana ke pembiayaan. dana yang belum terserap ini diinvestasikan dulu ke sukuk, supaya tidak ada dana mengambang karena kami juga tetap harus membayar bunga dana kepada nasabah. Triwulan II--triwulan III baru mulai ditarik dan disalurkan ke pembiayaan. Siklusnya seperti itu," teranganya. 

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top