PERSENTASE DIVIDEN: BNI usulkan 20% dari laba bersih

JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia Tbk mengusulkan persentase dividen 20% kepada Kementerian BUMN dengan mengacu perolehan laba bersih tahun lalu Rp5,81 triliun.Besaran persentase dividen ini sama dengan yang diusulkan PT Bank Tabungan Negara Tbk dan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 April 2012  |  19:05 WIB

JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia Tbk mengusulkan persentase dividen 20% kepada Kementerian BUMN dengan mengacu perolehan laba bersih tahun lalu Rp5,81 triliun.Besaran persentase dividen ini sama dengan yang diusulkan PT Bank Tabungan Negara Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk. Selain itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk juga mengusulkan dividen 20% dari perolehan laba tahun lalu Rp15,08 triliun yang sudah disetujui Kementerian BUMN.  Sumber Bisnis mengungkapkan permintaan ini telah diajukan ke Kementerian BUMN yang mengendalikan 60% saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI)."Apabila usulan ini bisa diterima, ada ruang yang memadai bagi perseroan untuk menggelar ekspansi kredit," ujarnya, Minggu, 15 April 2012.  Direktur Utama BNI Gatot Mudiantoro Suwondo ketika dikonfirmasi Bisnis sampai saat ini belum membalas pesan singkat yang dikirimkan.Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto ketika dikonfirmasi juga tidak membalas pesan singkat yang dikirimkan oleh Bisnis.  Laba bank BUMN pada tahun lalu mencapai Rp34,9 triliun, naik 30% dibandingkan tahun sebelumnya. RAPBN 2012 mematok setoran dividen perbankan Rp4 triliun, naik tipis dibandingkan dengan setoran dividen pada APBN-P 2011 yang sebesar Rp3,58 triliun.  Namun, rapat Badan Anggaran menetapkan setoran dividen BUMN Rp30,77 triliun. Padahal, sebelumnya dalam rapat kerja bersama Kementerian BUMN dengan Komisi V DPR telah diputuskan besaran dividen Rp28 triliun tidak berubah dibandingkan dengan besaran dividen BUMN yang ditetapkan dalam APBN 2012.Bond globalSumber itu mengatakan saat ini BNI sedang mempersiapkan rencana penerbitan obligasi global senilai US$500 juta. Jumlah ini akan dinaikkan menjadi US$1 miliar apabila surat utang tersebut mengalami kelebihan permintaan dari investor."Rencananya road show penjualan obligasi global akan dilakukan di Eropa, Amerika Serikat dan sejumlah negara di Asia," tuturnya.  BNI telah menunjuk Credit Suisse, Morgan Stanley, dan Deutsche untuk menangani penjualan obligasi global tersebut. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : M. Munir Haikal

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top