DIVIDEN BNI diusulkan Rp5,81 triliun

JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia Tbk mengusulkan persentase dividen 20% kepada Kementerian BUMN. Usulan persentase dividen itu mengacu pada perolehan laba bersih perseroan pada tahun lalu, yaitu Rp5,81 triliun.Sumber Bisnis mengungkapkan permintaan
News Editor | 16 April 2012 08:20 WIB

JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia Tbk mengusulkan persentase dividen 20% kepada Kementerian BUMN. Usulan persentase dividen itu mengacu pada perolehan laba bersih perseroan pada tahun lalu, yaitu Rp5,81 triliun.Sumber Bisnis mengungkapkan permintaan itu telah diajukan ke Kementerian BUMN yang mengendalikan 60% saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI)."Apabila usulan ini bisa diterima, ada ruang yang memadai bagi perseroan untuk menggelar ekspansi kredit," ujarnya kepada Bisnis kemarin.Direktur Utama BNI Gatot Mudiantoro Suwondo  ketika dikonfirmasi Bisnis sampai saat ini belum membalas pesan singkat yang dikirimkan.Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto ketika dikonfirmasi juga tidak membalas pesan singkat yang dikirimkan oleh Bisnis.Besaran persentase dividen BNI sama dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk yang mengusulkan dividen 20%.Selain itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mengusulkan dividen 20% dari perolehan laba tahun lalu yang mencapai Rp15,08 triliun dan sudah disetujui Kementerian BUMN.Laba bank BUMN pada tahun lalu mencapai Rp34,9 triliun, naik 30% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. RAPBN 2012 mematok setoran dividen perbankan sebesar Rp4 triliun, naik tipis dibandingkan dengan setoran dividen pada APBN-P 2011 yang mencapai Rp3,58 triliun. Namun, rapat Badan Anggaran telah menetapkan setoran dividen BUMN sebesar Rp30,77 triliun. Padahal, sebelumnya dalam rapat kerja bersama Kementerian BUMN dengan Komisi V DPR telah diputuskan besaran dividen sebesar Rp28 triliun tidak berubah dibandingkan dengan besaran dividen BUMN yang ditetapkan dalam APBN 2012.BNI  jual global bondSumber itu mengatakan BNI mempersiapkan rencana penerbitan obligasi global senilai US$500 juta. Jumlah ini akan dinaikkan menjadi US$1 miliar apabila surat utang tersebut mengalami kelebihan permintaan dari investor. "Rencananya road show penjualan obligasi global akan dilakukan di Eropa, Amerika Serikat dan sejumlah negara di Asia," tuturnya.  BNI telah menunjuk Credit Suisse, Morgan Stanley, dan Deutsche untuk menangani penjualan obligasi global tersebut. (spr)

Sumber : M. Munir Haikal

Tag :
Editor : Kahfi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top