EKSES LIKUIDITAS: Hanya 3-4 Bank punya dana berlebih

JAKARTA: Kepala Ekonom Standard Chartered Bank Indoensia Fauzi Ichsan mengungkapkan kelebihan likuiditas yang terjadi saat ini bersifat tidak merata dan hanya terjadi di beberapa bank terbesar.Oleh sebab itu pengaruh kelebihan likuiditas tersebut kepada
M. Munir Haikal | 16 April 2012 14:44 WIB

JAKARTA: Kepala Ekonom Standard Chartered Bank Indoensia Fauzi Ichsan mengungkapkan kelebihan likuiditas yang terjadi saat ini bersifat tidak merata dan hanya terjadi di beberapa bank terbesar.Oleh sebab itu pengaruh kelebihan likuiditas tersebut kepada suku bunga dana simpanan nasabah akan sangat tergantung pada masing-masing bank."Deposito tergantung bank yang mana, kalau kita bicara ekses likuiditas, 3-4 bank besar dengan LDR [loan to deposit ratio/ rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga] rendah pasti kelebihan likuiditas," ujarnya kepada Bisnis, 16 April 2012.Namun, lanjut Fauzi, bank kecil yang memiliki LDR tinggi, bahkan hampir 100% akan kesulitan likuiditas.Dia menambahkan, bank-bank besar yang memiliki ekses likuiditas tersebut tidak akan memiliki kepentingan untuk bunga deposito yang tinggi, oleh karena itu ada kemungkinan mereka akan menurunkan suku bunga deposito.Sementara bank-bank kecil dengan LDR mencapai hampir 100% akan membutuhkan likuiditas lebih banyak sehingga sulit menurunkan bunga deposito.Fauzi juga mengungkapkan, Bank Indonesia (BI) harus segera mengidentifikasi kelebihan likuiditas tersebut. Apabila kelebihan likuiditas bersifat inflatoir, atau mempengaruhi kenaikan harga barang, ada baiknya BI segera menyerap kelebihan likuiditas tersebut."Kalau ekses likuiditas bersifat inflatoir dan sulit diserap sektor riil, BI Rate harus dinaikkan untuk menyerap ekses. BI juga bisa naikkan GWM ataupun Fasbi. Tergantung balance sheet saat ini. Namun kalau tidak inflatoir, suku bunga harus diturunkan," tegasnya.(faa) 

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top