KARTU CO-BRANDING: Gandeng Garuda, BNI incar Rp3 triliun

JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia Tbk menargetkan perolehan transaksi Rp3 triliun--Rp4 triliun dalam 3 tahun melalui penerbitan 300.000 keping dari dua jenis kartu kredit yang berafiliasi dengan PT Garuda Indonesia Tbk.Direktur Utama Bank Negara Indonesia
M. Munir Haikal | 16 April 2012 18:49 WIB

JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia Tbk menargetkan perolehan transaksi Rp3 triliun--Rp4 triliun dalam 3 tahun melalui penerbitan 300.000 keping dari dua jenis kartu kredit yang berafiliasi dengan PT Garuda Indonesia Tbk.Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Gatot M. Suwondo mengungkapkan dua jenis kartu kredit yang akan diterbitkan tersebut adalah Garuda Indonesia--BNI Platinum Credit Card dan Garuda Indonesia--BNI Signature Credit Card."Ini lanjutan kerja sama sebelumnya. Dengan kerja sama ini BNI akan menjadi satu-satunya bank lokal yang menjadi Bank Processor dalam menerbitkan dan mengelola semua produk kartu kredit Co-Branding Garuda Indonesia dengan partner non-bank," ujarnya, hari ini, 16 April 2012.Nantinya, tambah Gatot, BNI akan mengurus semua keperluan Garuda jika ingin menerbitkan kartu kredit sendiri yang berafiliasi dengan lembaga lain di luar bank.General Manager card Center BNI Dodit Wiweko Probojakti menjelaskan layanan tersebut ditujukan untuk nasabah affluent yang memiliki plafon kredit di atas 30 juta. Rinciannya, kartu kredit Garuda--BNI Signature akan diberikan kepada nasabah dengan plafon kredit minimal Rp30 juta, sedangkan Garuda--BNI Platinum memiliki plafon Rp40 juta.Dia mengakui kartu ini menyasar anggota Garuda Frequent Flyer (GFF) yang saat ini berjumlah 647.000. Namun demikian, dia mengaku tidak dapat mengambil seluruh jumlah anggota tersebut karena sebagian GFF telah berafiliasi dengan kartu kreditd ari bank lain.Oleh sebab itu, lanjutnya, kartu ini akan menyasar anggota GFF yang belum memiliki afiliasi dengan kartu kredit bank lain, sambil membuka kesempatan bagi nasabah yang ingin konversi menjadi berafiliasi dengan BNI."Jadi, ada tiga keuntungan afiliasi ini. BNI akan menyasar GFF yang belum berafiliasi dengan kartu kredit dan beri kesempatan konversi. garuda juga bisa sasar nasabah kartu kredit BNI yang belum menjadi GFF. Artinya memperluas pasar. Sementara nasabah juga akan mendapat keuntungan bonus poin ganda untuk terbang gratis," jelasnya.EVP Commercial Garuda Indonesia Agus Priyanto mengungkapkan perseroan memang berencana memperbesar bisnis GFF melalui penerbitan beberapa kartu kredit Co-branding dengan lembaga lain di luar bank melalui BNI sebagai Processing bank.Adapun, mengenai kerja sama perseroan dengan bank lain yang sudah terjalin sebelum kerja sama dengan BNI, menurutnya kerja sama tersebut akan terus dijaga, meski tidak dikembangkan."Nasabah existing dari bank lain ada 50.000 saat ini. Ini akan kami maintain, tetapi tidak akan kami kembangkan. Selanjutnya kami akan menggunakan BNI sebagai processing abnk," ungkapnya.Agus menjelaskan, GFF akan dikembangkan menjadi anak usaha Garuda Indonesia pada tahun depan. Selanjutnya GFF diperkirakan akan spin off pada 2015. Langkah tersebut diambil karena dia melihat potensi pasar Indonesia yang besar bagi bisnis tersebut.Adapun GFF diperkirakan mendapat tambahan nasabah baru hingga menjadi 1 juta nasabah pada akhir tahun. Jumlah tersebut akan meningkat menjadi 3 juta nasabah setelah spin off. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top