BANK SYARIAH BUKOPIN bidik laba minimal tumbuh 30%

MALANG: PT Bank Syariah Bukopin mematok pertumbuhan dari sisi laba maupun aset sebesar 30%-40% dari tahun sebelumnya menyusul rencana ekspansi dengan memperluas outlet atau cabang yang diprioritaskan di Pulau Jawa.Direktur Utama PT Bank Syariah Bukopin,
News Editor | 22 April 2012 17:08 WIB

MALANG: PT Bank Syariah Bukopin mematok pertumbuhan dari sisi laba maupun aset sebesar 30%-40% dari tahun sebelumnya menyusul rencana ekspansi dengan memperluas outlet atau cabang yang diprioritaskan di Pulau Jawa.Direktur Utama PT Bank Syariah Bukopin, Riyanto, mengatakan dalam kurun tiga tahun terakhir pertumbuhan bank yang dipimpinnya itu meningkat drastis dari sebelumnya aset yang cuma Rp344 miliar menjadi Rp3 triliun.“Sementara laba yang kami petik tahun lalu sebesar Rp12 miliar dan pada tahun ini kami harapkan tumbuh sebesar 30%-40%. Berdasarkan kinerja yang ada selama kwartal pertama 2012, tampaknya semua bisa berjalan dengan baik dan harapannya bisa memenuhi target pertumbuhan sebesar itu,” kata Riyanto dalam acara PT Bank Syariah Bukopin CSR dan Pemberdayaan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (21/4).Untuk merealiasikan pertumbuhan tersebut, Bank Syariah Bukopin, akan menambah outlet atau kantor cabangnya yang difokuskan di Pula Jawa seperti Jawa Tengah (Jateng) maupun Surabaya Jawa Timur (Jatim).Namun langkah pertama yang saat ini sedang dirintis adalah melakukan sinergi dengan amal usaha Muhammadiyah dengan mendirikan outlet di Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah yang diharapkan merembet hingga ke Penguruh Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pengurus Daerah Muhammdiyah (PDM) yang ada di Jawa dulu.“Izin untuk untuk membuka outlet di PP Muhammadiyah sedang kita urus. Jika dibandingkan dengan bank lainnya kami memang relatif lama dalam hal pengurusan karena cerita di masa lalu yang membuat kita masuk bimbingan khusus Bank Indonesia (BI).”Meski proses izin pendirian cabang cenderung lambat, namun pihaknya optimistis upaya untuk memperkuat jaringan bisa terealisasi. Apalagi secara umum Syariah Bukopin termasuk bank yang mendapat penghargaan sebagai bank yang mencatat pertumbuhan yang brilian.“Kita baru saja membuka cabang di Jakarta yakni Kelapa Gading dan Bekasi, harapannya cabang lainnya juga bisa segera berdiri karena sejumlah izin sedang kami ajukan.”Saat ini, Bank Syariah Bukopin memang baru mempunyai 14 kantor cabang yang didukung 43 kantor pembantu dan sebagian besar masih berada di DKI Jakarta. Paling tidak pada tahun ini satu cabang baru akan berdiri di Jabar, Jateng, dan Jateng. Dicontohkan wilayah strategis seperti Jogjakarta dan Semarang Jateng misalnya sejauh ini belum ada.Ditambahkan, bersinergi dengan amal usaha Muhammadiyah, merupakan langkah strategis bagi Bank Syariah Bukopin. Mengingat amal usaha milik Muhammadiyah tersebut banyak dilirik oleh bank. Bahkan sedikitnya tak kurang 100 bank telah menjalin kerjasama dengana amal usaha milik Muhammadiyah.“Khusus untuk bank syariah, sedikitnya tujuh bank syariah yang sudah mengikat memorandum of understanding (MoU) dengan Muhammadiyah termasuk di dalamnya adalah Bank Syariah Bukopin,” jelasnya.Diakui Riyanto, tingkat persaingan bank saat ini begitu tinggi. Hal itu tidak terlepas dari keberadaan sekitar 60%-80% bank yang ada saat ini dikuasai oleh pihak asing. Sementara bank non asing yang ada sebagian besar adalah bank milik BUMN dan Bukopin. (faa)

Sumber : Muhammad Sofi'i

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top