KINERJA BANK: Mandiri setor dividen Rp2,45 triliun

JAKARTA: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Mandiri Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp2,45 triliun atau 20% dari laba bersih periode 2011. Seluruh bank pelat merah membayar dividen dengan besaran yang sama.Dirut Bank Mandiri Zulkifli
Saeno | 23 April 2012 19:08 WIB

JAKARTA: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Mandiri Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp2,45 triliun atau 20% dari laba bersih periode 2011. Seluruh bank pelat merah membayar dividen dengan besaran yang sama.Dirut Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan bahwa dengan alokasi dividen sebesar 20% dapat memperkuat daya saing permodalan dan memberikan ruang gerak yang lebih luas dalam menyalurkan kredit.“Dengan alokasi dividen sebesar 20% Bank Mandiri dapat terus meningkatkan penyaluran kredit. Kami menargetan kredit tumbuh sekitar 20%--22% pada tahun ini,” ujarnya dalam dalam jumpa pers usai rapat pemegang saham, siang ini.Dengan dividen Rp2,45 triliun, setoran laba Bank Mandiri kepada pemegang saham masih di bawah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang mencapai Rp3,02 triliun meskipun secara persentase sama-sama 20% dari total laba bersih pada 2011.Pembagian dividen serupa diberikan pemegang saham kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk. Pemodal menyetujui pembagian dividen BNI sebesar Rp1,165 triliun atau 20% dari total laba periode 2011 sebesar Rp5,8 triliun.Begitu juga PT Bank Tabungan Negara Tbk. Pekan lalu, pemegang saham memutuskan untuk  pembayaran dividen sebesar 20% atau sebesar Rp223,73 miliar untuk laba bersih 2011 senilai Rp1,1 triliun.Secara persentase laba ditahan Bank Mandiri lebih banyak, yakni mencapai 76%. Kemudian diikuti BRI 75%, BTN sebesar 70% dan BNI hanya 56%. Laba ditahan BNI lebih kecil karena besar pada pencadangan umum yang mencapai 10%.Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Mandiri Pahala N. Mansury mengatakan rasio permodalan perseroan cepat merosot dari 18% menjadi 15,13%, meskipun telah melakukan penawaran terbatas pada tahun lalu.Hal itu, sambungnya, karena tingginya ekspansi kredit perseroan hingga mencapai 27% pada tahun lalu. Dia optimistis dengan pembagian dividen 20% rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) bisa dipertahankan di atas level 12% hingga 2014.“Dengan tren pertumbuhan kredit sebesar 20%-22%, CAR masih bisa bertahan di atas 12% hingga 2014,” ujarnya. (faa) 

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top