EKSPANSI KREDIT: Muamalat pimpin sindikasi kredit sektor energi US$61 juta

JAKARTA: PT Bank Muamalat Tbk pada semester I/2012 akan memimpin sindikasi bagi pembiayaan investasi dan modal kerja senilai US$61 juta kepada sektor energi dan perdagangan.
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 25 April 2012  |  09:14 WIB

JAKARTA: PT Bank Muamalat Tbk pada semester I/2012 akan memimpin sindikasi bagi pembiayaan investasi dan modal kerja senilai US$61 juta kepada sektor energi dan perdagangan.

 

Direktur Korporasi Bank Muamalat Luluk Mahfudah mengungkapkan pembiayaan tersebut terdiri atas US$21 juta guna membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)dan US$40 juta akan dialokasikan bagi kredit perdagangan.

 

"Untuk rencana sindikasi pembiayaan kepada sektor energi tersebut sudah selesai di kami, artinya kami sudah siap, tinggal menunggu respon saja dari pihak-pihak lain. Untuk pembiayaan perdagangan masih on progress [tahap perkembangan]," ujarnya di Jakarta, Rabu 25 April 2012.

 

Dia berharap perseroan dapat menggandeng bank-bank syariah lain untuk sindikasi pembiayaan tersebut. Namun harapan tersebut tidak menutup kemungkinan bagi bank konvensional untuk ikut serta.

 

Luluk memperkirakan, untuk proyek pembangunan PLTU, perseroan akan membutuhkan 2 bank--3 bank rekanan karena nilai pembiyaan yang akan disalurkan tidak terlalu besar.

 

Sementara untuk pembiayaan perdagangan perseroan akan membutuhkan hingga 5 peserta sindikasi karena nilai pembiyaannya juga lebih besar.

 

Dia melanjutkan, untuk penyaluran pembiayaan ke sektor perdagangan, terutama ekspor dan impor, perusahaan lebih banyak menyalurkan pembiayaan dalam bentuk valuta asing (Valas).

 

Meski demikian saat ini porsi penyaluran pembiayaan Valas baru mencapai sekitar US$150 juta atau 7%--8% dari total penyaluran kredit.

 

"Mayoritas [dana kelolaan valas] kami dari DPK [dana pihak ketiga], tetapi ada juga DP2 dengan Kuala Lumpur yaitu dana penempatan bank lain [di Bank Muamalat. Ini kami cocokan dengan kebutuhan, karena kami tak mau overliquid," jelasnya.

 

Menurut Luluk, selama ini pembiayaan menggunakan Valas lebih banyak disalurkan kepada pembiayaan ekspor dan impor.

 

Adapun total realisasi penyaluran sepanjang triwulan I/ 2012 mencapai US$5 juta dengan nilai pembukuan baru mencapai US$10 juta--US$15 juta sepanjang tiga bulan pertama dalam tahun ini.

 

"Beberapa pembiayaan memang sudah masuk portofolio kami, tetapi untuk penyalurannya, Bank Muamalat tentu saja masih menunggu time line eksportir," ungkapnya.

 

Luluk menambahkan hingga saat ini perseroan telah menyalurkan kredit ekspor impor kepada sektor pertambangan, terutama batu bara serta sektor agribisnis.

 

Selain itu dia juga optimistis perseroan dapat menyalurkan volume pembiayaan ekspor menjadi US$300 juta sepanjang tahun ini, tumbuh 35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

Pembiayaan kuartal I

 

Adapun sepanjang triwulan I/ 2012, perseroan berhasil menyalurkan Rp300 miliar pembiayaan baru, menjadikan baki debet (outstanding) kredit sektor perseroan Rp9,1 triliun dari Rp8,8 triliun pada tahun sebelumnya.

 

Perolehan tersebut hanya kurang Rp3,11 trilun guna meraih target penyaluran kredit korporasi sepanjang tahun Rp12,21 triliun.

 

Meski demikian Luluk mengakui realisasi penyaluran pembiayaan tersebut cenderung melambat pada awal tahun ini dibandingkan perode yang sama tahun sebelumnya.

 

Di luar itu, Lulu menambahkan, selama ini penyaluran pembiayaan paling besar kepada sektor energi sebanyak 25%. 75% sisanya, tersebar kepada sektor infrastruktur, properting perdagangan, pendidikan dan rumah sakit. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top