KINERJA BANK: BPD Kaltim salurkan kredit Rp11,58 triliun, naik 21%

BALIKPAPAN: Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur (BPD Kaltim) mencatatkan penyaluran kredit sepanjang 2011 mencapai Rp11,58 triliun, tumbuh 21,78% dibandingkan dengan 2010, dengan porsi terbesar untuk sektor produktif.Laporan keuangan konsolidasi
manda | 25 April 2012 16:44 WIB

BALIKPAPAN: Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur (BPD Kaltim) mencatatkan penyaluran kredit sepanjang 2011 mencapai Rp11,58 triliun, tumbuh 21,78% dibandingkan dengan 2010, dengan porsi terbesar untuk sektor produktif.Laporan keuangan konsolidasi per 31 Desember 2011 yang dipublikasikan BPD Kaltim hari ini menunjukkan kinerja positif juga dicatat untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yakni Rp19,25 triliun pada akhir tahun lalu. Angka ini naik signifikan 65,87% dibandingkan dengan DPK 2010 yaitu Rp11,608 triliun.Seiring meningkatnya volume usaha, BPD Kaltim mencetak aset (konsolidasi) pada 2011 sebesar Rp23,09 triliun, naik signifikan dari tahun sebelumnya yaitu Rp15,17 triliun.  Kendati demikian, BPD Kaltim mencatat penurunan laba kotor sepanjang tahun lalu, dari Rp797,99 miliar pada 2010 menjadi Rp707,79 miliar.Direktur Umum BPD Kaltim Apriansyah mengatakan penyaluran kredit pada tahun ini akan terus ditingkatkan, termasuk pembiayaan untuk sektor UMKM dan skim produk kredit lainnya seperti program Sawit Sejahtera, Ternak Sejahtera dan Perikanan Sejahtera.“Pertumbuhan kredit pada 2011 melampaui ekspektasi [target]. Untuk UMKM penyalurannya naik signifikan. Sementara ini, kredit untuk sawit yang menyerap banyak,” katanya, di sela-sela penyerahan SPT Tahunan 2011, hari ini.Dari total kredit yang tersalurkan Rp11,58 triliun di 2011, sekitar 66,6% terserap untuk pembiayaan produktif, sisanya untuk sektor konsumtif.  BPD Kaltim membidik peningkatan penyaluran kredit Rp4,17 triliun menjadi Rp15,75 triliun pada akhir tahun ini, atau bertumbuh minimal 20%.Khusus untuk sektor UMKM, alokasi kredit yang bakal disalurkan pada tahun ini setidaknya Rp1,2 triliun atau sekitar 30% dari total target pembiayaan sepanjang tahun. Pada 2012, BPD Kaltim juga ditunjuk menjadi salah satu bank penyalur kredit usaha rakyat (KUR) dengan plafon dana yang harus digelontorkan ke masyarakat mencapai Rp500 miliar.Di sisi lain Apriansyah menjelaskan pada tahun lalu perolehan laba bersih BPD Kaltim mencapai Rp607 miliar. Adapun laba kotor (sebelum pajak) mengalami penurunan, dari Rp797,99 miliar pada 2010 menjadi Rp707,79 miliar pada akhir Desember 2011. Penurunan laba kotor tersebut terkait erat dengan perubahan kebijakan sistem pencatatan dalam PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan).“Sehingga pajak badan yang kami setorkan pada tahun lalu sebesar Rp212,09 miliar, turun sedikit dari setoran pajak tahun sebelumnya yakni Rp219,34 miliar. Kami akan fokus dalam meminimalisir tingkat kesalahan-kesalahan dengan membentuk divisi baru perpajakan, sehingga layanan pajak lebih lancar,” papar Apriansyah.Kabid Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur, Jumri, menambahkan tren penerimaan setoran pajak badan dari BPD Kaltim terus mengalami peningkatan sejak 2007 hingga 2011, dari Rp97 miliar meningkat menjadi Rp212 miliar pada tahun lalu.“BPD Kaltim menempati peringkat dua terbesar dari wajib pajak badan yang ada di wilayah ini. Dengan divisi baru yang menangani perpajakan, harapannya administrasi lebih rapi dan pembayaran tepat waktu,” ujar Jumri.Dalam kesempatan tersebut, Apriansyah melanjutkan BPD Kaltim akan terus melanjutkan ekspansi jaringan konvensional dan syariah, baik kantor cabang pembantu,layanan mobil bergerak hingga mesin ATM. Pada tahun ini, BPD berencana membuka 150 jaringan, terdiri 16 kantor cabang pembantu, 16 kantor kas, 13 payment point, 12 layanan mobil bergerak, dan menambah 93 unit mesin ATM.“Sampai Maret sudah beberapa terealisasi, seperti pembukaan cabang pembantu di Kuaro, dan kami paling lambat pertengahan Mei akan buka 3 cabang pembantu lagi di Kembang Janggut, Sebulu dan Malinau,” ujarnya.Langkah ekspansi tersebut, tukas Apriansyah, untuk meningkatkan layanan jasa perbankan sehingga lebih dekat ke masyarakat sebagaimana harapan para pemegang saham agar BPD Kaltim hadir hingga ke pelosok kecamatan.Per 31 Desember lalu, total jaringan BPD Kaltim mencapai 208 unit, terdiri 1 kantor pusat, 17 kantor cabang (konvensional dan syariah), 59 kantor cabang pembantu, 12 kantor kas, 23 payment point, 1 layanan  bergerak dan 89 unit mesin ATM. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top