RIGHTS ISSUE BTN difokuskan ke investor di luar negeri

 
News Editor | 25 April 2012 17:09 WIB

 

JAKARTA:  PT Bank Tabungan Negara Tbk akan menawarkan sahamnya kepada investor asing melalui penawaran saham terbatas (rights issue). 
 
"Iya, kami tawarkan ke luar negeri," ujar  Direktur Utama BTN Iqbal Latanro  hari ini, Rabu 25 April 2012.  
 
Salah satu persyaratan yang tercantum dalam tender penjamin emisi saham terbatas BTN adalah memiliki daftar rekanan international selling agent.  
 
Berdasarkan pengumuman BTN, hanya perusahaan sekuritas yang memiliki modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) sebesar Rp100 miliar yang diperbolehkan ikut tender. Selain itu, perusahaan sekuritas diminta melakukan penjaminan penuh atas rights issue BTN.  
 
Perseroan telah memastikan  hanya menggelar penawaran saham terbatas sebanyak 10% saham. Padahal, Kementerian BUMN telah menyetujui rencana BTN menggelar penawaran saham terbatas (rights issue) meski jumlah saham pemerintah akan turun dari 72,92% menjadi 60%.      
 
Hal ini disebabkan BTN menyiapkan  alokasi saham untuk program management employee stock option plan (MESOP) yang akan habis periode waktunya. MESOP merupakan program lama ketika perseroan menggelar penawaran saham perdana atau IPO (initial public offering). 
 
Perseroan  membukukan laba bersih Rp313 miliar sepanjang triwulan pertama tahun ini, tumbuh 27,66% dari Rp245 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perolehan laba tersebut salah satunya dipengaruhi oleh pertumbuhan biaya bunga yang lebih rendah dari pada pendapatan bunga.
 
Pendapatan bunga BTN tumbuh 16,49% menjadi Rp2,11 triliun sampai triwulan pertama ini, dari triwulan pertama tahun lalu Rp1,81 triliun. Padahal,  beban biaya bunga hanya tumbuh 10,84% menjadi Rp1,02 triliun dari Rp929 miliar.
 
Rendahnya biaya bunga tersebut, didukung oleh perbaikan struktur dana perseroan. Adapun total perolehan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 33,67% menjadi Rp64,7 triliun sepanjang tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan  Rp48,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
 
Dana tersebut terdiri atas tabungan sebesar Rp14,79 triliun, giro sebanyak Rp9,5 triliun, dan  deposito senilai  Rp40,4 triliun.
 
Selain itu, kenaikan laba didorong oleh perbaikan kredit macet (non performing loan/ NPL) dari 4,04% pada triwulan I/ 2011 menjadi 3,22% pada triwulan I/ 2012. Padahal, penyaluran kredit sebesar 24,51% dari Rp53,39 triliun pada triwulan I/ 2011 menjadi Rp66,48 triliun pada triwulan I/ 2012.
 
Adapun perolehan marjin bunga bersih (net inetrest margin/ NIM) perseroan meningkat menjadi 5,93% per Maret 2012 dari 5,66% pada periode yang sama tahun lalu.
 
Selain pendapatan bunga, pertumbuhan laba  didukung oleh pertumbuhan perolehan pendapatan berbasis biaya (fee based income) sebesar 36,49% menjadi Rp191 miliar pada triwulan I tahun ini, dibandingkan dengan Rp141 miliar pada  periode yang sama pada tahun lalu. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top