KINERJA BANK: Kuartal I, Permata raih laba Rp331 miliar

JAKARTA: PT Bank Permata Tbk mencatatkan perolehan laba bersih Rp331 miliar sepanjang triwulan I/ 2012, tumbuh 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Direktur Utama Bank Permata David Fletcher mengungkapkan pertumbuhan laba didorong oleh
M. Munir Haikal | 25 April 2012 17:17 WIB

JAKARTA: PT Bank Permata Tbk mencatatkan perolehan laba bersih Rp331 miliar sepanjang triwulan I/ 2012, tumbuh 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Direktur Utama Bank Permata David Fletcher mengungkapkan pertumbuhan laba didorong oleh pendapatan operasional perseroan yang mencapai Rp1,59 triliun per Maret 2012, tumbuh 37% dibandingkan Maret 2011 Rp1,16 triliun."Perolehan tersebut  didorong  oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang  tumbuh  38%  yoy [year on year] menjadi  Rp1,282 triliun. Sementara itu pendapatan berbasis imbalan naik 36% yoy menjadi Rp311 miliar," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, 25 April 2012.Pertumbuhan pendapatan bunga bersih ditopang oleh penyaluran kredit sebesar Rp74,1 triliun sepanjang triwulan I/ 2012, tumbuh 35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Pertumbuhan kredit tersebut sejalan dengan perbaikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/ NPL) bruto menajdi 1,9% per 31 Maret 2012 dari 2,6% setahun sebelumnya. Sedangkan NPL neto menjadi 0,6% dari 0,7% pada periode yang sama tahun lalu.Hal tersebut menjadikan aset konsolidasi perseroan mencapai Rp103,8 triliun hingga bulan lalu, tumbuh 30% dari maret 2011.Sementara itu dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 28% dibadningkan Maret tahun lalu menjadi Rp79,7 triliun per Maret tahun ini. Giro dan tabungan mencatat  kenaikan  22% dan 40% dibadningkan tahun sebelumnya, masing-masing menjadi  Rp16,3  triliun  dan  Rp16,7 triliun.Adapun deposito berjangka  tumbuh 26% menjadi Rp. 46,7 triliun pada akhir Maret 2012. Dengan demikian komposisi dana murah saat ini mencapai 41% dari total simpanan.Selain itu, di akhir periode triwulan I/ 2012 perseroan mencatatakan rasio kecukupan modal sebear 14,4%. Diiringi pertumbuhan ekuitas 14% menjadi Rp9,45 triliun per akhir bulan lalu. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top