OBLIGASI REKAPITULASI: BI tak beli langsung ke bank

JAKARTA: Bank Indonesia menegaskan tidak akan membeli obligasi rekapitulasi secara sembunyi-sembunyi melalui bank secara langsung, tetapi ke pasar uang. Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah menegaskan rencana BI membeli obligasi rekap baru
Saeno | 26 April 2012 21:14 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia menegaskan tidak akan membeli obligasi rekapitulasi secara sembunyi-sembunyi melalui bank secara langsung, tetapi ke pasar uang. Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah menegaskan rencana BI membeli obligasi rekap baru sebatas wacana. Namun, ungkapnya, apabila bank sentral membeli surat utang itu, melalui pasar. "Ini masih wacana. Kalau pun kami akan beli juga nggak boleh dong sembunyi-sembunyi. Harus lewat pasar," tegasnya kepada Bisnis, hari ini. Kamis, 26 April 2012. Pernyataan Halim sekaligus jawaban kepada Bank Mandiri yang mengklaim bank sentral bakal membeli obligasi rekap miliknya. Beberapa kali mereka melakukan pertemuan dengan bank sentral terkait dengan rencana tersebut. "BI menyambut positif, mereka akan menggunakan untuk instrument operasi moneter," kata Dirut Bank Mandiri Zulkifli Zaini. Legislator Fraksi Golkar Harry Azhar Azis mendukung adanya restrukturisasi obligasi rekap dengan menjual kepada bank sentral atau pembelian kembali pemerintah guna menyehatkan kondisi keuangan perbankan. Namun, sambungnya, saat rencana itu masih menemui jalan buntu karena pembahasan perubahan bunga dari fix rate menjadi floating rate belum menemukan titik terang. "Kami akan bicarakan dengan pemerintah," ujarnya. Obligasi rekap merupakan surat utang yang diterbitan pemerintah saat krisis moneter 1997-1998. Waktu itu, pemerintah menerbitkan obligasi sekitar Rp430 triliun. Obligasi ini untuk memperkuat permodalan perbankan nasional yang sekarat terhempas krisis. (tw) 

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top