CABANG LUAR NEGERI > Bank Mandiri optimistis berkembang di Shanghai

SHANGHAI: PT Bank Mandiri Tbk optimistis dapat berkembang dengan baik bersama pengusaha dan perusahaan Indonesia di Shanghai, China, sebagai salah satu basis pertumbuhan bank itu di luar negeri dalam beberapa tahun ke depan.Hingga Maret tahun ini, target
News Editor | 27 April 2012 18:31 WIB

SHANGHAI: PT Bank Mandiri Tbk optimistis dapat berkembang dengan baik bersama pengusaha dan perusahaan Indonesia di Shanghai, China, sebagai salah satu basis pertumbuhan bank itu di luar negeri dalam beberapa tahun ke depan.Hingga Maret tahun ini, target kredit sepanjang tahun hingga Desember sudah tercapai. "Ini berkat support para pebisnis Indonesia yang besar di sini," ujar Zulkifli Zaini, Direktur Utama Bank Mandiri di sela-sela peresmian kantor cabang penuh Bank Mandiri di Shanghai, Jumat, 27 April.Padahal, jelasnya, Bank Mandiri Cabang Shanghai baru soft launching pada November tahun lalu. Ini menunjukkan besarnya potensi pasar di Shanghai dan China pada umumnya.Bank Mandiri bahkan sudah mengajukan izin revisi rencana bisnis kepada China Bank Regulatory Commision untuk menaikkan target bisnis, namun baru dijanjikan persetujuan pada Juni.Bank Mandiri sejauh ini sudah memiliki kantor cabang di sejumlah negara, termasuk di Hong Kong dan Singapura yang merupakan kantor cabang luar negeri terbaik.Di Malaysia, Bank Mandiri kesulitan mengembangkan bisnisnya, karena otoritas perbankan negeri jiran itu tidak memperkenankan pembukaan cabang melainkan harus mendirikan anak perusahaan alias subsidiary dengan aturan modal yang sangat ketat.Dia optimstis Bank Mandiri cabang Shanghai bisa berkembang dengan baik karena mendapatkan dukungan banyak pengusaha dan perusahaan Indonesia yang memiliki kegiatan usaha di salah satu pusat bisnis dunia itu.Peresmian kantor Cabang Bank Mandiri di Shanghai itu dihadiri banyak pengusaha dari Indonesia, diantaranya tampak Alim Markus dari Maspion Group, Halex Halim dari Intraco Penta, Sudhamek A.W.S. dari Tudung Group (Garuda Food), Teguh Ganda Widjaya dari Asian Pulp and Paper (Sinar Mas Group), G. Sulistianto dari Sinar Mas Group, dan sejumlah perusahaan lainnya seperti dari AKR Group, Harita, dan Indofood.Menurut Manager Bank Mandiri Cabang Shanghai Loke Poh Lam, banyak perusahaan Indonesia yang berbisnis di China bahkan diantaranya perusahaan besar. Dia optimistis mereka dapat menjadi mitra usaha bank itu.Lebih dari itu, volume perdagangan Indonesia dan China yang terus meningkat, yang telah mencapai hampir US$50 miliar tahun lalu.Pada 2015, volume perdagangan ditargetkan menjadi US$80miliar yang akan menjadi potensi bisnis yang besar bagi industri perbankan. "Bank Mandiri akan menjadi jembatan kepentingan antara perusahaan Indonesia dan China," ujar Poh Lam.Zulkifli menambahkan selain memberikan benefit bagi Bank Mandiri yang bercita-cita menjadi regional bank, ekspansi ke China itu akan mendukung perdagangan.Hal itu sejalan dengan visi Bank Mandiri untuk mendukung pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia, mendukung perusahaan dan pebisnis yang berusaha di luar negeri, serta mendukung masyarakat dan tenaga kerja Indonesia yang beraktivitas maupun bekerja di luar negeri."Jadi ini sebenarnya alasan Bank Mandiri buka di Shanghai," ujarnya.Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsjah yang juga hadir pada peresmian cabang bank pelat merah itu, menyatakan bank sentral mendukung langkah perbankan Indonesia membuka cabang di luar negeri tidak hanya di China, kendati terdapat isu resiprokalitas yang santer akhir-akhir ini.Dia yakin, pembukaan cabang Bank Mandiri di Shanghai akan meningkatkan hubungan ekonomi lebih lanjut yang memberikan manfaat bagi kedua negara. (faa)

Sumber : Arief Budisusilo

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top