Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI PERBANKAN: OCBC NISP right issue

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Mei 2012  |  21:15 WIB

 

 

JAKARTA: Bank OCBC NISP Tbk akan menerbitkan saham baru (rights issue) untuk mendapatkan dana sebesar Rp1,5 triliun dari publik guna memperkuat struktur permodalan bank tersebut.

 

Direktur OCBC NISP Hartati mengatakan perseroan akan melakukan penawaran pada 5 Juni – 11 Juni mendatang.

 

Right issue ini sudah disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB)  baru-baru ini,” katanya, hari ini, Selasa, 22 Mei 2012.

 

Melalui right issue VI ini, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 1,5 miliar saham biasa dengan harga Rp1.000 per lembar saham.

 

Setiap 500 pemegang saham berhak atas 107 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) tersebut. Dengan rasio 500:107 ini nantinya pemegang saham akan membeli sebanyak 107 saham baru seharga Rp1.000 per saham dan dibayar penuh pada saat pengajuan pemesanan pembelian saham.

 

Harga saham baru yang ditawarkan perseroan itu lebih rendah dari harga saham perseroan pada penutupan hari ini di level Rp1.420.

 

Dengan rights issue, OCBC NISP menargetkan rasio kecukupan modal (CAR/ capital adequacy ratio) sebesar 17% pada akhir Juni nanti.

 

Sebelumnya, CAR bank yang kepemilikan sahamnya mayoritas dimiliki OCBC Bank Singapore itu tercatat 16,1 % pada kuartal I/2012. Pada periode yang sama tahun sebelumnya CAR OCBC NISP tercatat 16,6%.

 

Selain akan right issue, OCBC NISP mengaku tidak menutup diri untuk mengakuisisi lembaga keuangan lain, baik bank maupun multifinance pada waktu-waktu mendatang.

 

Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengemukakan saat ini memang sudah ada beberapa lembaga keuangan yang berkenan untuk diakuisisi, namun pihaknya belum merasa sesuai.

 

“Kami ingin ada sinergitas dengan pihak yang akan diakuisisi. Niat akuisisi ini sudah ada tiga tahun terakhir,” katanya.

 

OCBC NISP memiliki total aset sebesar Rp63,1 triliun pada tiga bulan pertama 2012 atau naik 32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp47,8 triliun.  Di sisi lain, dana pihak ketiga bank juga tumbuh sebesar 34% menjadi Rp49,6 triliun dari Rp36,9 triliun.

 

Bank ini juga mencatat peningkatan kredit (gross) yang cukup tajam 38% dari Rp30,8 triliun menjadi Rp42,4 triliun.  Sementara laba bersihnya tercatat naik cukup signifikan 38%.(msb)

 

BERITA FINANSIAL PILIHAN REDAKSI:

METRODATA ELECTRONICS Siapkan Right Issue

PASAR SURAT UTANG: Investor Cenderung Wait & See

Danareksa Investment Rilis RDPT Infrastruktur

AKSI ALIBABA: Berniat Beli Sahamnya Dari Yahoo! Senilai US$7 Miliar

HARGA EMAS: Pasar Keuangan Tertekan, Logam Mulia Melonjak

TRANSAKSI AFILIASI: Adi Karya Pinjamkan APR Rp57,1 Miliar

TOPIK AKTUAL PILIHAN REDAKSI:

KASUS NARKOBA: Sabu-Sabu Di Sumut Banyak Berasal Dari Malaysia

TRAGEDI SUKHOI: Wah.. Ada Dugaan Penipuan Jamsostek!

JUSUF KALLA: Memimpin Bisnis Beda Dengan Pemerintahan

DAUD YORDAN Naik Ring Lagi Juli

 

ENGLISH NEWS:

PALM OIL Climbs As Biggest Weekly Drop In 5 Months Lures Buyers

PLN To Spend IDR2.54 Trillion For VILLAGE ELECTRICITY Program

ARC Broadens Relationship With ANGLO AMERICAN In Indonesia

MARKET OPENING: Index Fall 46.79 Point

MARKET MOVING: BCA Eyes IDR4 Trillion Infrastructure Loans

RUPIAH Advances Most In Two Weeks On CHINA Pledge

JANGAN LEWATKAN5 Kanal TERPOPULER Bisnis.Com

 

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dinda Wulandari & Rika Novayanti

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top