BACKLOG terus bertambah, BTN gencarkan pembiayaan

Sutan Eries Adlin | 20 Desember 2012 11:40 WIB
JAKARTA: Kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan rumah atau backlog terus bertambah setiap tahun karena perbankan hanya mampu memenuhi pembiayaan separuh dari kebutuhan rumah.
 
Saut Pardede, Direktur Keuangan Bank Tabungan Negara (BTN), mengatakan kebutuhan perumahan setiap tahun mencapai 800.000 unit setiap tahun. Kebutuhan itu di luar backlog yang telah mencapai 13,6 juta pada 2010 lalu.
 
Namun, lanjutnya, perbankan hanya memenuhi pembiayaan bagi 400.000 unit rumah setiap tahunnya.  "BTN membiayai 200.000 unit rumah pertahun, baik program rumah subsidi maupun komersial dan sisanya dipenuhi bank lain," ujarnya disela-sela diskusi Dukungan Dana Jangka Panjang dalam Membiayai KPR FLPP,  Kamis (20/12).
 
Menurut Saut, rendahnya pembiayaan terhadap kebutuhan masyarakat tidak terlepas dari pasokan rumah dari pengembangan. Kurangnya pasokan lebih banyak terjadi pada rumah subsidi.
 
Sri Hartoyo, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat, mengatakan backlog perumahan terus bertambah karena pasokan rumah tidak mampu memenuhi pertumbuhan rumah tangga baru yang sudah membutuhkan rumah.
 
"Ini kebutuhan perumahaan masih sangat besar. Masih ada backlog, karena beberapa kendala," ujarnya. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top