Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah siap emisi Sukuk Rp53 triliun tahun ini

JAKARTA--Sepanjang 2013, pemerintah akan menerbitkan instrumen Surat Berharga Negara Syariah (SBSN) atau Sukuk senilai Rp53 triliun sebagai salah satu sumber pembiayaan defisit APBN 2013.
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad - Bisnis.com 08 Februari 2013  |  19:05 WIB

JAKARTA--Sepanjang 2013, pemerintah akan menerbitkan instrumen Surat Berharga Negara Syariah (SBSN) atau Sukuk senilai Rp53 triliun sebagai salah satu sumber pembiayaan defisit APBN 2013.

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Dahlan Siamat mengatakan tahun ini total penerbitan surat berharga negara (SBN) ditetapkan sebesar Rp180,43 triliun. SBN tersebut terdiri dari surat utang negara (SUN) dan sukuk.

"Dari target SBN sekitar Rp180 triliun, porsi sukuknya Rp53 triliun," kata Dahlan di Kemenkeu, Jumat (08/02).

Dahlan menjabarkan, porsi tersebut mencakup rencana penerbitan sukuk di pasar global sebesar Rp10 triliun, sukuk retail Rp15 triliun, Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) dan lelang SBSN 2 kali sebulan.

"Kami belum tahu berapa SDHI tahun ini karena belum dapat angkanya dari Kementerian Agama," jelasnya.

Sementara itu, underlying asset yang digunakan dalam penerbitan sukuk sepanjang 2013 terdiri dari barang milik negara (BMN) dan proyek dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Untuk global sukuk underlying-nya itu BMN. Kita memiliki BMN senilai Rp17 triliun untuk underlying asset," ujarnya.

Berdasarkan identifikasi pemerintah, terdapat proyek senilai Rp50 triliun yang tersedia dan dapat dijadikan underlying asset penerbitan surat berharga negara syariah.

"Jadi sebenarnya ketersediaan underlying meliputi BMN dan proyek jauh dari target permintaan kita. Berbeda dengan tahun lalu, kita berhenti menerbitkan karena BMN-nya tidak ada," kata Dahlan.

Adapun pada 2012, target penerbitan lelang sukuk ditetapkan sebesar Rp57 triliun. Realisasinya hingga November 2012 mencapai Rp47,4 triliun yang terdiri dari penerbitan sukuk ritel Rp13,6 triliun, SDHI sebesar Rp 15,3 triliun, dan lelang sukuk Rp18,5 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sukuk sun surat utang sbn

Sumber : Ana Novianisuku

Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top