Kemenkeu Siap Jelaskan Audit Tanjung Priok

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Keuangan siap memberikan keterangan kepada Badan Pemeriksa Keuangan terkait dengan audit kinerja yang dilakukan lembaga itu terhadap pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok.
Sri Mas Sari | 02 Agustus 2013 19:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Keuangan siap memberikan keterangan kepada Badan Pemeriksa Keuangan terkait dengan audit kinerja yang dilakukan lembaga itu terhadap pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar berharap upaya yang dikerjakan Kemenkeu untuk membereskan masalah di Tanjung Priok tiga pekan terakhir dapat menjadi masukan bagi pemeriksaan yang dilakukan BPK.

“Kami juga berharap BPK melihat permasalahan secara mantap dan menyeluruh karena  kompleksitas di Tanjung Priok cukup tinggi dan memerlukan tantangan tersendiri,” katanya.

Mahendra memaparkan masalah waktu inap kontainer alias dwelling time di Tanjung Priok melibatkan 7 tahapan, mulai dari kedatangan kapal di perairan pelabuhan dan menunggu sandar di dermaga dan kapal sandar di dermaga dan menunggu proses bongkar barang (docking-unloading).  

Selanjutnya, proses pembongkaran barang dan penimbunan di container yard (berthing-stacking), proses penyelesaian kewajiban pabean (custom clearance) sampai dengan surat persetujuan pengeluaran barang (custom approval).

Belum lagi pengurusan barang hingga pembayaran biaya penimbunan (container handling-handover), pengeluaran barang dari kawasan pelabuhan (gate out system) dan terakhir barang tiba di tempat importir (warehouse/bondes CFS/factory storage).

“Tanpa kita mengurai masalah di tiap tahapan tadi, akan sulit kita mengatasi masalah secara keseluruhan,” tutur Mahendra.

Sejak dirinya berkantor di Tanjung Priok mulai 8 Juli, Mahendra melaporkan kondisi pelabuhan sudah normal sekalipun lalu lintas di sekitarnya masih sangat padat.

Tingkat kepadatan di tempat penimbunankontainer (yard occupancy ratio/YOR) yang pada pertengahan Juli sekitar 100%-120%, saat ini turun ke kisaran 60%-80% karena hampir seluruh kontainer long stay sudah dikeluarkan dari Priok.

Dari 4.000 kontainer long stay, Mahendra menyebutkan 3.000 kontainer telah berhasil ditangani dengan dipindahkan ke Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda dan Cikarang Dry Port, ditarik pemilik barang dan dialihkan ke tempat penimbunan sementara (TPS) hasil perluasan di dalam kawasan pelabuhan.

Adapun 1.000 kontainer longstay sisanya akan ditangani dalam waktu cepat.

Dalam kerangka kepabeanan 24 jam 7 hari, Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Tanjung Priok memberikan pelayanan pemeriksaan barang hingga pukul 23.00. Pelayanan itu akan tetap dioperasikpenuh selama libur Lebaran.

Persentase pemeriksaan kontainer di jalur merah yang pada awal Juli 25%, saat ini berhasil ditekan ke bawah 10% setelah Ditjen Bea dan Cukai melakukan perbaikan manajemen risiko. Kondisi itu akan terus diperbaiki melalui sistem manajemen risiko yang terus disempurnakan.

Kondisi jalan di sekitar lokasi pembangunan jalan tol Tanjung Priok yang rusak beberapa waktu lalu kini sudah diperbaiki. Namun, Kemenkeu akan terus memfasilitasi koordinasi di antara satuan kerja jalan bebas hambatan Tanjung Priok.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top