Pengusaha dan Pemerintah Perlu Kenalkan MEA 2015 Lebih Intensif

Asean Business Club menekankan pentingnya menanamkan kesadaran baik pengusaha dan pemerintah mengenai momentum Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015.
Amanda Kusumawardhani | 02 Desember 2013 01:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA –  Asean Business Club menekankan pentingnya menanamkan kesadaran baik pengusaha dan pemerintah mengenai momentum Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015.

Kelompok CEO CIMB Group Nazir Razak menilai level kesadaran pelaku usaha terhadap momentum MEA yang akan dilaksanakan pada 31 Desember 2015 masih rendah.

“Jika tidak ada kesadaran, maka tidak ada persiapan yang dilakukan untuk menghadapi MEA. Padahal pada tenggat waktu itu [Desember 2015], Asean akan menjadi satu pasar tunggal,”katanya di Jakarta, (29/11/2013).

Dia mengharapkan pemerintah dan pelaku usaha yang telah memiliki kesadaran tentang momentum MEA akan mempromosikannya lebih intensif.

Nazir yang juga merupakan Co Chair Asean Business Club Malaysia ini juga menekankan pihaknya selalu berupaya mempromosikan MEA 2015 pada pelaku bisnis dan pemerintah di seluruh Asean.

Jika masyarakat dilibatkan, dirinya cukup yakin impelementasi MEA 2015 dapat dilaksanakan dengan tepat waktu dan tentunya dengan tingkat integrasi yang lebih tinggi diantara negara yang terlibat.

“Tapi, ada juga kekhawatiran beberapa sektor usaha akan collapse  misalkan Usaha Kecil dan Menengah [UMKM], itu tidak benar,”ucapnya.

Justru kesadaran dan persiapan, sambungnya, diperlukan untuk mencegah hal tersebut. Seharusnya para pelaku usaha dapat memanfaatkan kesempatan MEA 2015 untuk mengembangkan pasar mereka.

“Selalu ada yang kalah dan menang dari kompetisi, tapi itu bukan inti dari pemberlakuan MEA 2015 mendatang,”tekannya.

Dirinya menekankan pelaku usaha di Asean seharusnya dapat memanfaatkan potensi pasar yang cukup menjanjikan di wilayah Asean sehingga nantinya dapat memperluas jangkauan hingga seluruh dunia.

Data prospek pertumbuhan penduduk Divisi Populasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan pertambahan penduduk Asean mencapai 633,1 juta jiwa pada 2015 sedangkan pada 2025 akan meningkat menjadi 741,2 juta jiwa.

Tidak hanya itu, survei yang dilakukan oleh Kamar Dagang Amerika Serikat menunjukkan sekitar 54% perusahaan Amerika memiliki rencana menyasar Asean untuk ekspansi dan melalui implementasi MEA 2015 mendatang.

Sementara itu, Presiden Direktur Northstar Pacific Patrick Walujo optimsitis Indonesia mampu menjadi pemain yang cukup kuat dalam MEA 2015 mendatang.

“Sumber daya manusia (SDM) tidak kalah dengan negara di Asean lainnya. Saya yakin kita mampu bersaing,”katanya.

Momentum MEA 2015, menurutnya harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah dan pelaku usaha untuk melakukan ekspansi ke negara Asean.

Dia mencontohkan Myanmar memiliki penduduk 60 juta jiwa, Vietnam 80 juta jiwa, dan Filipina 100 juta jiwa sehingga cukup potensial untuk dimasuki.

“Lihat saja pasar Tanah Abang, masih belum banyak produk tekstil yang masuk dari negara tersebut [Myanmar, Vietnam, dan Filipina],”katanya. (Amanda K. Wardhani)

Tag : mea 2015
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top