Pencabutan Subsidi Listrik: Pemerintah Diminta Konsisten dan Tegas

Pemerintah diminta konsisten dan tegas menerapkan rencana pencabutan subsidi listrik bagi industri golongan I-2 dan I-4 serta rumah tangga besar, kendati pelaku usaha masih melakukan penolakan.
Nurbaiti | 02 April 2014 14:42 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah diminta konsisten dan tegas menerapkan rencana pencabutan subsidi listrik bagi industri golongan I-2 dan I-4 serta rumah tangga besar, kendati pelaku usaha masih melakukan penolakan.

Dalam rencananya, pemerintah akan mencabut kebijakan subsidi listrik bagi industri  golongan I-2 dan I-4 serta rumah tangga besar  yang mulai berlaku pada Mei—Desember 2014.

Pengamat energi dari Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaryamengatakan aksi penolakan dari pelaku usaha merupakan hal yang biasa. Namun, selama pemerintah tetap konsisten dan bisa memberikan penjelasan yang rasional, pencabutan subsidi itu bisa tetap berjalan dengan baik.

“Dalam beberapa kasus misalnya kenaikan BBM atau konversi minyak ke gas, juga mendapatkan penolkan. Tetapi kalau pemerintah konsiten menjalankan, toh akhirnya reda juga,” ujarnya, Rabu (2/4/2014).

Selama ini, jelasnya, pelaku industri dan masyarakat sudah terbiasa dimanjakan dengan harga listrik yang murah dan jauh dari harga keekonomian, sehingga timbul gejolak atau reaksi penolakan bila ada rencana pencabutan subsidi.

Hanya saja, lanjutnya, DPR juga jangan membiarkan pemerintah atau PLN menghadapi masalah ini sendiri. “ Semua harus bersama-sama memberikan penjelasan, alasan mengapa subsidi dicabut dan berapa harga keekonomiannya,” katanya.

Di sisi lain, PLN juga diminta untuk meningkatkan pelayanan kelistrikan, sehingga pencabutan subsidi dan penyesuaian tarif tersebut bisa dirasakan manfaatnya.

Perusahaan listrik pelat merah itu diminta untuk tidak lagi mengandalkan pembangkitnya hanya dari BBM, tetapi menggunakan sumber lain yang lebih murah dan berkelanjutan.

“Keberlangsungan pasokan listrik itu penting, sumbernya harus diperkaya tidak hanya dari BBM, bisa batu bara, gas atau lainnya. Jangan sampai industri mati karena pasokan listriknya tidak ada,” tuturnya.

Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero) Benny Marbun mengaku sangat memahami kondisi yang dialami pengusaha maupun pemerintah.

Di satu sisi, jelasnya, beban pemerintah akibat subsidi ini demikian besar. Namun, PLN juga menghargai sikap pengusaha pencabutan subsidi listrik akan berdampak terhadap kenaikan biaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pln, subsidi listrik

Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top