Pemerintah Diminta Perbaiki Struktural Terkait Inflasi

Mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menilai pemerintah perlu melakukan perbaikan struktural untuk memperbaiki kondisi neraca perdagangan yang merupakan salah satu penyumbang inflasi terbesar.
Farodlilah Muqoddam | 02 April 2014 21:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menilai pemerintah perlu melakukan perbaikan struktural untuk memperbaiki kondisi neraca perdagangan yang merupakan salah satu penyumbang inflasi terbesar.

Menurutnya, upaya untuk menekan inflasi tidak dapat sepenuhnya bergantung pada Bank Indonesia melalui kebijakan moneter.

Secara struktural, pemerintah harus mengambil langkah-langkah strategis untuk memperbaiki kondisi.

“Buku Laporan Perekonomian Indonesia ini dari judulnya saja sudah terlihat secara implisit bahwa pemerintah harus melakukan sesuatu,” katanya dalam peluncuran laporan Perekenomian Indonesia 2013, Rabu (2/4/2014).

Buku laporan setebal 306 halaman tersebut mengambil tema “Menjaga Stabilitas, Mendorong Reformasi Struktural untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan”.

Buku tersebut merupakan publikasi tahunan Bank Indonesia yang memaparkan dinamika ekonomi pada tahun yang bersangkutan dan kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral untuk merespons kondisi yang terjadi.

Menurut Darmin, pelajaran yang dapat diambil pada tahun lalu adalah bahwa pemerintah terlambat mengambil langkah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak sehingga menyeret inflasi hingga melebihi ekspektasi.

Keterlambatan tersebut dibarengi dengan momentum hari raya yang secara periodik memang selalu mengerek inflasi.

“Jika kenaikan BBM dilakukan pada tahun sebelumnya, inflasi mungkin hanya akan berada pada kisaran 6%,” katanya.

 

Tag : Inflasi, darmin nasution, bbm naik
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top